Anwar Idris Pertanyakan Alasan Pemerintah Menaikan Harga Gas elpiji 3 Kg

Sabtu, 18 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh (MA) – H Anwar Idris anggota DPR RI, asal Aceh Komisi VII yang membidangi Minyak dan Gas (Migas), dari Fraksi PPP mempertanyakan rencana pemerintah untuk menaikkan harga Gas elpiji 3Kg Untuk Masyarakat Miskin.

Dari harga sebelumnya harga Gas elpiji 3 Kg per 1 tabung yang dijual pada setiap pangkalan Rp 18.000 dan sekarang menjadi Rp 3.7000 ribu per tabung, dan hal ini memberatkan bagi masyaraka dari keluarga fakir miskin, kata Anwar Idris melalui rilisnya yang dikirim ke media, Jum’at, (17/1).

Lanjutnya, apalagi selama ini, peruntukan gas elpiji 3 kg digunakan oleh keluarga atau saudara kita yang tergolong tidak mampu atau kurang mampu dan keluarga menengah. Juga oleh para pedagangan kecil. Sehingg bagi keluarga miskin kenaikan harga ini akan menambah kesulitan pada sektor beban belanja bulanan mereka”, Sebut Politisi PPP ini.

BACA JUGA...  Dari 213 Kampung, Baru 96 Kampung Cair Dana Desa

Namun, jika alasan pemerintah menaikkan gas elpiji 3 kg ini karena digunakan oleh keluarga mampu, maka sebelum menaikkan, pemerintah perlu memastikan pada publik bahwa mana keluarga tidak mampu dan kurang mampu harus tetap bisa membeli gas elpiji 3 kg dengan harga terjangkau yang stabil bagi masyarakat fakir-miskin disetiap pangkalan yang ada di seluruh Indonesia.

Sebagai Anggota DPR RI, kita mengingatkan Pemerintah supaya kedepannya bila kebijakan ini benar diterapkan, maka akan berdampak pada pontensi inflasi, karena akan membuat harga-harga kebutuhan lainya naik, ucap anggota komisi VII DPR RI ini.

Dikatakan, apabila menerapkan sistemstem Barcode yang diusulkan pemerintah untuk distribusi gas elpiji 3 kg ke keluarga masyarakat fakir dan miskin, tentu masih diragukan ke efektivitasnya. Dikarenakan selama ini penjualan Gas elpiji 3 kg Subsidi tersebut di tingkat masyarakat dan pasar pada pangkalan tidak bisa membedakan mana harga untuk keluarga miskin, keluarga mampu, dan menengah keatas.

BACA JUGA...  Haili Yoga Perkenalkan Produk UMKM ke Jajaran Kemendagri

Selanjutnya Anggota DPR RI dari Komisi VII, sebagai mitra kerjanya, meminta Kementerian ESDM RI harus mencari suatu alternatif konsep formula yang efektif-efesien dan tepat sasaran, baik teknis model pendistribusian dengan kecanggihan teknologi yang ada, dengan mengambil data yang akurat dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah, dalam mendata dan akan tepat sasaran.

Sehingga mekanisme pendistribusian dan penyaluran bantuan Subsidi tabung Gas elpiji 3 kg tersebut bisa tepat sasaran kepada masyarakat yang tidak mampu dan kurang mampu bisa menerima mamfaatnya secara utuh.

BACA JUGA...  Buka Mukab KADIN, Azwardi Ajak Pengusaha Berperan Nyata dan Terukur

Tambah Anwar Idris, misalnya, pihak Pemerintah bisa bekerjasama dengan Kemensos RI, BPJS, BPS, dan pemerintah daerah serta Pemerintah Desa, melalui BUMDes bisa sinergis dari permainan penyalahgunaan penyaluran tabung gas elpiji 3 kg yang bukan pihak yang berhak menerimanya dan pemerintah bisa memberikan sanksi yang tegas kepada pangkalan yang tidak mengikuti aturan dari pemerintah.

Dalam hal ini tambah Anwar Idris, kewenangan kementrian ESDM bersama kementrian terkait BUMN, seperti Pertamina bagi setiap pangkalan yang nakal dan kedapatan melakukan kecurang bisa dicabut izinnya dengan ditindak pidana. (Iqbal).

Berita Terkait

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 
TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi
Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027
Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 
Puskesmas Apresiasi Penanganan ODGJ di Aceh Utara
Dua Gampong di Tanah Jambo Aye Terima Mobil Kopdes Merah Putih
Program KAS 2027 Menuai Kritik

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:20 WIB

TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Catatan Pansus DPRK Aceh Tengah Tentang Bencana 

Berita Terbaru

Kadis PUPR Aceh Selatan Skar Fharaby.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:57 WIB

Saat TNI bersama warga Gampong Lawe Buloh Didi, Kluet Timur, Aceh Selatan membangun jembatan beton.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MILITER

TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:20 WIB

RAGAM BERITA

Malam Ini, FPRMI Aceh Dilantik 

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:24 WIB

Kegiatan DPC Partai Demokrat Aceh Tengah dalam rangka Setetes Darah Untuk Sejuta Harapan bekerja sama dengan RSU Datu Beru Takengon

POLITIK

Demokrat Aceh Tengah Gelar Donor Darah 

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:48 WIB

Serah terima pengurus PGRI PC TJA lama dengan baru yang disaksikan oleh Wakil Ketua I dan II PD PGRI Kabupaten Aceh Utara di aula K3S TJA, Rabu, (14/10).

PEMERINTAHAN

Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:32 WIB