Hasbaini, Dari Kuli Bangunan Jadi Akademisi 

Kamis, 13 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hasbaini memberikan motivasi kepada mahasiswa yang dibimbingnya.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

Hasbaini memberikan motivasi kepada mahasiswa yang dibimbingnya.(poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

MUNGKIN, ada  ribuan cerita orang yang senasib dan sama  dengan perjuangan Hasbaini.

Berawal dari  konflik Aceh, gempa maha dahsyat dan tsunami Aceh 2004, memaksanya harus meninggalkan kampung halaman.

Dia merantau dan mengadu peruntungan ke daerah yang lebih aman ketika itu.

Hanya bermodalkan semangat, dan usia tidak tergolong muda sebagai mahasiswa pada umumnya. Namun tidak menyurutkan niatnya untuk terus meningkatkan pengetahuannya di perguruan tinggi.

Hasbaini bekerja sebagai kuli bangunan untuk membiayai kuliah hingga selesai dan meraih gelar sarjana (S-1).

Dari kegigihannya itu pula,  mampu mengantarkannya menjadi seorang dosen di sebuah perguruan tinggi vokasi di Tapaktuan Aceh Selatan.

Pemuda yang juga dikenal ulet, mudah bergaul dan juga aktivis ini, memiliki semangat tinggi untuk terus berkembang dan maju.

BACA JUGA...  Kepsek SMPN 4 Tenggulu Disinyalir Mangkir Dari Tugas

Hasbaini juga aktif di media sosial facebook dan instagram dengan nama akun “Hasbaini Ben.”

Di platform medsos itu, Hasbaini  kerapkali membagikan quote inspiratif, yang memiliki filosofi dan makna mendalam, serta berbagai fakta kehidupan.

Hal lain yang menjadi inspiratif dari figur ini dan menarik untuk diteladani adalah Hasbaini, SPd,  MPd mampu mendidik tiga orang adik-adiknya sampai ke perguruan tinggi.

Keterbatasan ekonomi bukan sebuah alasan untuk tidak kuliah. Waktu itu, bukan seperti saat ini banyak tersedia berbagai macam beasiswa.

Pria gempal yang sering dipanggil dengan nama Bang Ben, merupakan putra kelahiran Pulo Kambing, 17 Juli 1979  Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan pantas dan  layak menjadi sosok inspiratif bagi kalangan anak muda di manapun.

BACA JUGA...  Ayo Hadiri Lokakarya Ke-7, Disdikbud Aceh Utara, Mahyuzar:  Pentingnya Kearifan Lokal dalam Pembelajaran 

Pendidikan strata satu (S-1) ditempuhnya di Universitas Muhammadiyah Banda Aceh, jurusan Tadris Bahasa Inggris. Sedangkan Magister (S-2) ia selesaikan di Progam Pasca Sarjana FKIP Universitas Syiah Kuala (USK), jurusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris.

Tak ayal,  ia juga sosok yang disegani di lingkungan kampus dan mampu membina generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama dari desa kelahirannya Pulo Kambing, bahkan dari mahasiswa Aceh Selatan.

Lahir dari pasangan  Syarifuddin dan ibu Nursunah,  keduanya telah berpulang ke Rahmatullah, Hasbaini terdidik menjadi seorang pria yang gigih dan humanis.

Hasbaini tidak mudah patah arang, secara perlahan menjadi mentor ketiga adik-adiknya. Dia terus bersemangat dalam menjalani kehidupan dan dinamikanya.

BACA JUGA...  Siswa Yatim SMK Terharu Bisa Ikut Pelatihan Mobile Training Unit

Suami dari Silmi Rahmah SPd mengarungi rumah tangga pada tahun 2019, dan telah dikaruniai seorang putra.

Tak lekang oleh waktu, saat ini Hasbaini terus mengabdi sebagai akademisi. Walaupun demikian, ia tidak lupa dengan keluarganya. Sekali waktu  dia menggeluti pekerjaan yang pernah dijalaninya sewaktu masih remaja yaitu berkebun seperti petani pada umumnya.

Pada penutup percakapannya, Hasbaini sempat menyampaikan kalimat filosofis dengan satu kata dalam hidupnya, “jadikan belajar itu ibarat orang yang sedang belajar bersepeda. Sebelum bisa mendayungnya, tidak akan berhenti, walaupun harus terjatuh-jatuh dan terluka.” (Maslow Kluet).

Berita Terkait

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar
Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota
Muhammad Johan Mengikuti Wisuda S3 di UPI Bandung dengan Predikat Cumlaude 
Ayah Wa Temui Gubernur URI Bahas Sekolah Garuda

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Workshop Desain Grafis, Buka Peluang Freelance bagi Pelajar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 

Berita Terbaru

Bersama inventor dan jajaran redaksi perusahaan, Bupati Aceh Utara Ayah Wa bahas huntap, Kamis, (29/10).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Bahas Huntap Bersama Inventor

Kamis, 29 Okt 2026 - 19:17 WIB

MILITER

Pulang Ke Pidie Jaya, Danrem Hadiri Maulid Raya

Kamis, 29 Okt 2026 - 17:01 WIB