Dorong Regenerasi Kakao, Pidie Jaya Butuh Bibit Berkualitas

PIDIE JAYA (MA) Peremajaan tanaman kakao di Kabupaten Pidie Jaya semakin mendesak seiring dengan usia tanaman yang sudah mencapai 40 tahun sejak 1983. Diperkirakan sekitar 80 persen dari 15 ribu hektare lahan kakao masyarakat perlu diremajakan agar produktivitas bisa meningkat kembali.

Selama ini, metode yang digunakan mayoritas petani adalah sambung samping, yakni menumbuhkan pucuk baru pada batang asal. Namun, metode ini berdampak pada penurunan kualitas biji kakao, yang sudah terjadi dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan data BPS 2023, produksi kakao Pidie Jaya hanya mencapai 6.597,1 ton, jauh di bawah potensi maksimalnya.

BACA JUGA...  Pang Ucok “Suntik” Semangat Kafilah Aceh Timur di Arena MTQ Aceh XXXVII

Menanggapi kondisi ini, Asisten keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pidie Jaya, Said Abdullah, bersama Kadis Perkebunan dan Peternakan Pidie Jaya, Syukri Itam, serta Kadis DPMPTSP Nakertrans Pidie Jaya, Fajri, meninjau usaha pembibitan kakao yang dikelola Hasriadi di Gampong Rungkom.

Hasriadi menjalankan usaha ini melalui koperasi Aceh Multi Commodity di lahan seluas seperempat hektare, dengan kapasitas 40 ribu bibit siap tanam.

BACA JUGA...  Antara Entrepreneur Dan Karier Politik

Syukri Itam menegaskan pentingnya penyediaan bibit berkualitas untuk mendukung program replanting. Ia berharap bibit unggul dapat dipasok secara lokal agar regenerasi kakao di Pidie Jaya lebih berkelanjutan.