Antara Entrepreneur Dan Karier Politik

Jumat, 17 Januari 2020

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TAMIANG, (MA) | Zulfidar, dia hadir sebagai wajah baru dikancah politik Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Sosoknya tak asing, wanita berparas cantik ini ternyata seorang berjiwa entrepreneur sejati, betapa tidak, sejak dia masih kuliah saja sudah menjadi Anemer Pengadaan.

Zulfidar menamatkan pendidikan Strata Satunya pada tahun 2002 dan program Pasca Sarjana ditamatkan pada tahun 2004. Kekuatan intelektualnya menjadi daya dorong dalam melakukan berbagai kebijakan dengan sangat cermat.

Dia Pernah didapuk menjadi staf keuangan Regional Kota Langsa dan Takengon, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh pada tahun 2007.

Sebelum Zulfidar dipindahkan ke Regional Takengon, dia menjabat sebagai staf keuangan di BRR Aceh Tamiang pada tahun 2006 membangun infrastruktur ditanah kelahirannya.

Boleh dibilang Zulfidar satu dari sekian banyak sempalan BRR yang masih eksis hingga saat, meski BRR telah hengkang dari provinsi Aceh.

Perjalanan karier Zulfidar saat dia masih mahasiswa, entrepreneur sampai ke kancah politik dijalani dengan sangat manis, menurutnya banyak pembelajaran bisa diimplementasikan dalam hidup.

Sikapnya tak ambigu malah terkesan sangat familiar, terlihat saat penulis bertandang keruang Komisi III DPRK Aceh Tamiang mewawancarainya.

Bicaranya lugas, smart dan sangat kooperatif menyelesaikan jawaban, pertanyaan dari penulis, sikap supelnya terpancar dari sumringahnya.

Dari beberapa jawaban, terselip pesan moral yang menjadi pegangan dalam perjalanan kariernya. “Motivasi, support dari orang tua, itu yang membuat saya lebih yakin dan percaya diri,” katanya.

BACA JUGA...  3 Oktober AirAsia Layani Penerbangan Kuala Lumpur-Aceh, Ini Respons Disbudpar Aceh

Menurut dia, hidup adalah pengabdian kepada kedua orang tua, keluarga dan orang lain yang merasakan manfaatnya dari kehadiran pribadi.

Berikut petikan rekam jejak seorang Zulfidar dari kuliah, entrepreneur hingga kepanggung politik yang mendaulat dirinya jadi wakil rakyat diparlemen.

Kuliah dan Bekerja
Tak banyak yang tahu trackrecord dari seorang Zulfidar, mumpuni dibidangnya, seluruh perjalanan nafasnya dihabiskan untuk berpikir positif.

Dia sangat piawai memainkan ritme kehidupan. Antara Kuliah dan Bisnis digabungnya menjadi kekuatan dalam usaha.

Jiwa bisnis dalam darahnya mengalir deras, sulit memisahkan antara kepentingan kuliah dan ruh entrepreneurnya. Semua teramu jadi satu.

Debutnya berawal tahun 1998 saat memasuki masa masa kuliah. Zulfidar memulai aktifitasnya, sebagai mahasiswa sekaligus pebisnis.

Dia lakoni kurang lebih 20 tahun, Sarjana Strata satu tamatan tahun 2002 dan pasca sarjananya ditahun 2004.

Dan pada tahun 2005 Zulfidar balik ke Aceh Tamiang, bekerja di kantor Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai tenaga kontrak.

Sebagai tenaga kontrak di PUPR, Zulfidar juga bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh selama satu tahun dijalaninya.

Lalu setahun kemudian, Zulfidar ditarik ke BRR Regional Aceh Tengah dan menetap di Kota Langsa. Debutnya sebagai Pegawai Kontrak di kantor PUPR dan BRR, wanita ramah dan murah senyum ini juga pelaku bisnis.

Ketiga aktifitas ini dijalani dengan sangat piawai. Sebagai seorang wanita karier, Zulfidar banyak menghabiskan waktu dilapangan dan diskusi.

BACA JUGA...  Dalam Pengelolaan Logistik Pemilu, KIP Bener Meriah Raih Peringkat 2 

“Saya pribadi sangat menikmati pekerjaan ini, selain bekerja, bisa membantu masyarakat, meski tidak bisa optimal, paling tidak, ada yang terbantu dari kerja saya,” katanya.

Katanya; jalani hidup dengan penuh semangat, tekunilah bidang yang menjadi skill untuk berbuat, niscahya Allah suka pada orang orang yang teguh dalam bersikap dan bertindak.

Hari ini, apa yang ditekuni Zulfidar membuahkan hasil. Petuah orang tua disadurnya menjadi arah dalam mengambil sikap dan kebijakan.

Dorongan seorang ibu, jadikan Zulfidar teguh pada sikap dan pendiriannya untuk memulai karier dan aktifitasnya. Asabatnya terpenuhi, berguna bagi orang yang ada disekelilingnya dan masyarakat pada umumnya.

Perjalanan karier dan bisnisnya melejit. Secara ekonomi, Zulfidar satu diantara ratusan entrepreneur sukses menggawangi usahanya.

Terjun Kedunia Politik
Barometer politik Zulfidar itu dimulai tahun 2015, meski tahun tahun sebelumny banyak tawaran ikut kekancah politik, sebagai kader sekaligus menjadi seorang kampiun.

Ada beberapa tawaran untuk bergabung ke Partai Politik, tapi ditolaknya dengan sangat bijak, apalagi saat itu Zulfidar mau hijrah ke Sulawesi, tepatnya di Makasar.

Sebab, dia mendapat tawaran kerja baru disana, yang sangat menjajikan dan dia berpikir akan memulai hidup barunya dikomunitas mamire. “Ternyata, Allah berkehandak lain, seperti kita lihat hari ini, saya malah ada dikursi ini untuk kepentingan orang banyak,” katanya.

Tahun 2018 membuka pola pikir untuk
melakukan restrukturisasi diri. Zulfidar akan semakin banyak menyita waktu, bagi kepentingan bisnis dan politik.

BACA JUGA...  SAPA Tantang Cagub Aceh Berani Pindah Ibukota

Sebab dia menerima lamaran Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten Aceh Tamiang, menjadi kader partai berlambang matahari tersebut. Sangat beralasan, motivasi dan naluri seorang ibu, menjadi pijakan Zulfidar melangkah kedunia politik dan itu sangat dirasakannya.

Alasan Zulfidar masuk kepanggung politik, selain petuah ibu, o’om, juga masyarakat mendesaknya untuk maju sebagai calon anggota dewan.

Alasan lain, Zulfidar tak kuasa melihat usia remaja produktif yang menjadi pengangguran, dia terpanggil untuk membebaskan mereka dari degradasi lapangan pekerjaan.

Kehadiran Zulfidar hadir dikancah politik, tak lain ingin membebaskan usia produktif yang jadi pengangguran menjadi ada lapangan pekerjaan.

“Inilah saatnya saya berbuat untuk mereka, agar lepas dari jeratan pengangguran. Banyaknya pengangguran akan membuka ruang kearah negatif yang sifatnya euforia, ini yang saya kawatirkan. Dan hari ini saya hadir,”.

Melalui PAN Zulfidar ikut pesta demokrasi Pemilihan Legislatif periode 2019 – 2024, hasilnya diluar dugaan, dia lolos kesinggahsana kursi dprk.

Hari ini Zulfidar duduk di DPRK Aceh Tamiang. Disinilah Fokir itu dimulai untuk membuka dan menciptakan program dan inovasi membantu masyarakat. Itu dimulai dari kampung kelahirannya dan kampung kampung lain yang ada di daerah pemilihannya menjadi fokus utama dalam berbuat.

Dia berharap, antara Eksekutif dan Legislatif harus bersinergi untuk membangun kepentingan masyarakat di Aceh Tamiang.

Menjadikan dua Lembaga tersebut saling mengikat bagi kepentingan umum dan arah kebijakan dalam pembangunan yang sustainable. (Syawaluddin)

Berita Terkait

Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim
Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh
HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat
Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031
Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis
DPP PA Gelar FGD, Lukman Hakim: Pentingnya Ideologi Ke Acehan 
Kamalul Pimpin Partai Golkar, Targetkan Enam Kursi dan Rebut Ketua DPRK Aceh Selatan 
Pangdam IM Dorong Pemberdayaan Ekonomi Desa

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Rahmatsyah Tunjuk Henny Mahera Siregar Sebagai Plh SMAN 1 Simpang Ulim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:37 WIB

Pasca Demonstrasi di SMAN 1 Simpang Ulim, Kacabdin: Kita Tunjukkan Plh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:20 WIB

HUT ke-62 Golkar, Andar Amin: Kami Terus Berbuat untuk Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Teuku Kamaruzzaman Kembali Pimpin IKAKUM USK 2026–2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis

Berita Terbaru

Camat Kluet Utara Alman Paluti memantau dari dekat kondisi banjir hingga ke rumah-rumah warga setempat.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Sejumlah Gampong di Aceh Selatan Dilanda  Banjir

Minggu, 25 Okt 2026 - 17:27 WIB