Senjata Korea Utara Hanya Untuk Menakuti Musuh

Minggu, 13 Agustus 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

HONG KONG (MEDIAACEH) – Sistem persenjataan yang dikembangkan Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara berfungsi sebagai instrumen penggertak untuk meredam dan menghentikan keinginan pihak lain menyerang negara itu.

Korea Utara hanya akan menggunakan sistem persenjataannya untuk membela diri dan membalas serangan pihak lain.

Dengan demikian, jalan keluar dari ketegangan di Semenanjung Korea dan kawasan Asia Pasifik relatif cukup sederhana, yakni jangan serang Kore Utara.

Begitu disampaikan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa (Foto) dalam keterangan yang dikirimkannya dari Hong Kong, Sabtu pagi (12/8).

BACA JUGA...  Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, Koalisi Selamatkan Lahan dan Hutan Aceh, Deklarasi serta Pernyataan Sikap

Teguh sedang dalam perjalanan menuju Pyongyang untuk menghadiri sejumlah kegiatan, termasuk peringatan hari pembebasan Korea 15 Agustus.

“Korea Utara memiliki alasan kuat untuk mengembangkan sistem persenjataan karena faktanya mereka dikelilingi oleh negara-negara yang memiliki kemampuan persenjataan yang hebat-hebat. Mereka merasa terancam, dan itu memaksa mereka mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk,” ujar mahasiswa program doktoral hubungan luar negeri Universitas Padjadjaran itu.

Teguh mengatakan, perhimpunan persahabatan yang didirikan oleh tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri ikut memperjuangkan perdamaian dan mencegah situasi di Semenanjung Korea semakin memburuk.

BACA JUGA...  KPA: Kunjungan Jokowi ke Aceh, Lukai Hati keluarga Korban Tragedi Beutong Ateuh

Namun, sambungnya, ketegangan di kawasan itu bukan hanya tanggung jawab Korea Utara, melainkan juga tanggung jawab negara-negara besar yang memiliki kepentingan langsung terhadap Semenanjung Korea, terutama Amerika Serikat dan Republik Rakyat China.

“Kami terus mengingatkan sahabat kami agar tidak terpancing dan melakukan tindakan yang membuat situasi semakin buruk. Tetapi pihak lain di seberang sana juga harus diingatkan untuk tidak terus memprovokasi atau bahkan melakukan invasi,” katanya lagi.

BACA JUGA...  Putra Sibreh Juara Hapkido ASEAN

Teguh merujuk pada serangan puluhan rudal tomahawk Amerikan Serikat atas perintah Donald Trump ke Suriah beberapa waktu lalu yang dilakukan tanpa meminta persetujuan Kongres AS.

“Ini memperlihatkan bahwa Donald Trump memiliki kecenderungan untuk mengabaikan proses demokrasi terkait penentuan invasi ke negara lain. Wajar, kalau ada negara, apalagi yang selama ini selalu ditekan Amerika Serikat, meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya Teguh.

Teguh juga mengatakan, publik Amerika Serikat perlu lebih aktif mengingatkan Donald Trump agar tidak memulai perang baru di muka bumi. (r)

Berita Terkait

AS dan Israel Luncurkan Serangan ke Iran, Teheran Diguncang Ledakan
Ketika Kebun Kelapa Sawit Ilegal di TNGL Mulai di ‘Gagahi’ Satgas PKH Garuda RI
Seabad Luka Palestina: Dari Pendudukan ke Genosida
Kekejaman Militer Israel di Palestina: Kejahatan Perang Luar Biasa
Ikan Purba Coelacanth, Ditemukan Nelayan Gorontalo, Diselamatkan Wartawan Sulut dan Ilmuwa
Laporan UNESCO Tentang Kondisi Pekerja Media Ditolak, Kedubes Rusia Sampaikan Apresiasi ke PPWI
BIOFAIR 2024 USK: Membawa Misi Pelestarian Ozon dan Kehidupan Laut
APH Tindak dan Berantas Pelaku Illegal Logging serta Pembukaan Lahan Kawasan Lindung Gambut Rawa Tripa
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:19 WIB

AS dan Israel Luncurkan Serangan ke Iran, Teheran Diguncang Ledakan

Jumat, 5 September 2025 - 16:33 WIB

Ketika Kebun Kelapa Sawit Ilegal di TNGL Mulai di ‘Gagahi’ Satgas PKH Garuda RI

Rabu, 2 Juli 2025 - 01:37 WIB

Seabad Luka Palestina: Dari Pendudukan ke Genosida

Senin, 17 Februari 2025 - 09:51 WIB

Kekejaman Militer Israel di Palestina: Kejahatan Perang Luar Biasa

Selasa, 4 Februari 2025 - 13:34 WIB

Ikan Purba Coelacanth, Ditemukan Nelayan Gorontalo, Diselamatkan Wartawan Sulut dan Ilmuwa

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa).

PEMERINTAHAN

Insiden Berdarah di Pidie, Ayah Wa: Jaga Perdamaian 

Rabu, 4 Nov 2026 - 23:42 WIB