BANDA ACEH (MA) — Gerbang Peutjoet Kerkoff adalah salah satu monumen bersejarah di Banda Aceh yang sarat akan kisah perjuangan dan pengorbanan.
Tempat ini tidak hanya menjadi kuburan bagi ribuan tentara Belanda, tetapi juga mengingatkan kita pada salah satu tokoh besar, Meurah Pupok, putra Sultan Iskandar Muda yang dihukum karena kesalahannya.
Nama “Peutjoet” berasal dari Pocut, gelar yang diberikan kepada putra Sultan Iskandar Muda, Meurah Pupok.
Tempat ini adalah lokasi peristirahatan terakhir Meurah Pupok setelah ia dieksekusi oleh ayahnya sendiri akibat pelanggaran hukum.
Kerkoff, yang berarti kuburan dalam bahasa Belanda, menjadi saksi bisu berbagai peristiwa penting.
Di sini, lebih dari 2.200 tentara Belanda dimakamkan, termasuk prajurit Marsose dari Ambon, Jawa, dan Manado.
Relief di Gerbang Peutjoet Kerkoff
Relief pada dinding gerbang mencatat nama-nama tentara Belanda yang gugur dalam pertempuran melawan rakyat Aceh, lokasi pertempuran, dan tahun kematian mereka.
Hal ini menjadikan Peutjoet Kerkoff sebagai arsip sejarah yang tak ternilai.
Meurah Pupok dan Hukuman Sultan
Meurah Pupok dihukum mati oleh ayahnya sendiri sebagai bentuk penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Kisah ini menjadi pengingat akan keadilan Sultan Iskandar Muda, yang tetap teguh menegakkan hukum meski harus menghukum darah dagingnya sendiri.




