Sempalan ‘Mouse Track’ Kolaps di Jerat ‘Delik Commissionis’

Kamis, 20 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi penyelundupan

Foto Ilustrasi penyelundupan

“Kalau Harley-nya kita bilanglah harganya satu bijik (unit) Rp50 juta rupiah kali tiga, baru Rp150 juta rupiah. Betul kan?. Jadi Rp530 juta rupiah tambah Rp150 juta rupiah, baru 680juta rupiah. Kereta -kereta besar lainnya pun ada yang harga Rp15 juta rupiah. Kali 13 bijik, berapa duitnya?. Jadi kalau ada orang bilangnya itu sampai 4 miliar, karena mulut nggak bayar, dia ngomong ya bisa – bisa aja,. Ya kan?”, terang Koceng.

NAAS MEMANG, kisah sempalan pemasok barang haram dari Negeri Gajah Putih (Thailand) berinisial SB dan HN berakhir ditangan penegak hukum Polisi Daerah (Polda) dan Komando Daerah Militer (Kodam) Sumatera Utara. Setelah sebelumnya kedua pelaku masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

BACA JUGA...  Data Penyaluran Program CSR PEP Rantau Field harus Terbuka

SB dan HN masih memiliki ikatan keluarga, keduanya diduga kuat pelaku penyelundupan barang haram tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang, kini bernasib sial diterjang proses hukum di Poldasu.

Proses hukum sedang berjalan, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara intensif, apakah mereka [para pelaku] masuk dalam lingkaran Golden Triangle [Segi Tiga Emas] yakni Thailand, Laos dan Myanmar.

BACA JUGA...  Disdik Aceh Gelar Lokakarya Perencanaan Kebutuhan Tenaga Kependidikan

Jika pendalaman itu benar, dipastikan; mereka merupakan bagian dari jaringan mafia internasional yang ada di Aceh. Semoga saja opini ini bergeser.

Berita Terkait

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 
Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Bank Aceh Tumbuh Positif, DPK Capai Rp27,58 Triliun
Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Firmandez dan Humam Hamid Bangun Saudagar Aceh di Gayo

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Operasi Sarang Narkoba Sasar Jalur Tapaktuan–Subulussalam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Berita Terbaru

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB

Bupati Tagore Sedang Menanam Bibit kopi bersama Wakilnya Armia pada saat penyaluran perdana 10,2 juta  bibit kopi di Kampung Bumi Ayu  kecamatan Timang Gajah Bener Meriah

PEMERINTAHAN

Bupati Tagore Salurkan 10,2 Juta Bibit Kopi

Selasa, 20 Okt 2026 - 09:25 WIB