Cut Syazalisma Pertanyakan Penyebab Stunting Tidak Turun di Aceh Selatan 

Rabu, 27 Desember 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Rembuk Stunting bertujuan mengsingkronkan program penurunan stunting di Aceh Selatan di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Jalan Nyak Adam Kamil Tapaktuan, Rabu, (27/12), mendengarkan pengarahan Penjabat Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

Pelaksanaan Rembuk Stunting bertujuan mengsingkronkan program penurunan stunting di Aceh Selatan di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Jalan Nyak Adam Kamil Tapaktuan, Rabu, (27/12), mendengarkan pengarahan Penjabat Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma.(poto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN (MA) Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma mempertanyakan, apa penyebab yang paling esensi sehingga angka stunting tidak turun di daerah itu.

Pertanyaan itu dilontarkan Cut Syazalisma ketika memberikan pengarahan kepada peserta rembuk stunting di Gedung Pertemuan Rumoh Agam, Jalan Nyak Adam Kamil, Tapaktuan, Rabu, (27/12).

BACA JUGA...  Bupati Aceh Besar Lantik Bunaiya Putra, Usman Lamreung: Semoga Ada Perubahan

Tanpa mengharapkan jawaban, pertanyaan itu langsung dijawabnya.

Menurut Cut Syazalisma, karena belum tercipta sinergitas antara pihak terkait dalam penangananya.

Sehingga, dalam kesempatan tersebut sebut, dia mengharapkan agar antara dinas terkait betul-betul bersinergi untuk mengatasi angka stunting yang masih tinggi di Aceh Selatan.

Menurut data dari survey studi status gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI, bahwa pada tahun 2022 prevalensi balita stunting di Kabupaten Aceh Selatan masih  34, 8 persen.

BACA JUGA...  PKH Aceh, Donasikan 208 Juta Untuk Korban Bencana Sulteng

Bupati mengharapkan agar angka tersebut dapet diturunkan dan kemudian dijawab Kadiskes Aceh Selatan Fachrijal bisa 14 persen.

Jika dilihat lebih rinci berdasarkan data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (PPGBM) pada periode Mai 2023, Kecamatan Kluet Utara, Samadua, dan Pasie Raja menjadi tiga Kecamatan dengan angka prevalensi stunting tertinggi dibandingkan Kecamatan lainnya, yakni 41.6 persen, 32.2 persen, 15.8 persen.

BACA JUGA...  Keluarga Besar FPKR Aceh Selatan Bantu Warga Korban  Banjir Bandang

Berita Terkait

Amzi JMY Pimpin TDA Jakarta Selatan 9.0
SPPG Malaka di Aceh Selatan di Hentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 
Satu Data, Sasaran Nyata
Teuku Adian Makmur Dilantik 
Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI
Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 
Kelola Dana Pensiun, Bank Aceh dan TASPEN Kerja Sama 
Misteri Mandeknya Pidana Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:16 WIB

SPPG Malaka di Aceh Selatan di Hentikan, Korwil BGN: Ada Tiga Hal Belum Terpenuhi 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Satu Data, Sasaran Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Teuku Adian Makmur Dilantik 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Pemkab Aceh Barat Terima penghargaan dari Kemenkum RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Live TikTok Jadi Kanal Aduan, Ayah Wa Respons Cepat Keluhan Warga 

Berita Terbaru

OLAHRAGA

KSMI Siapkan Liga Santri dan Piala Asia

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:26 WIB

Mahasiswa KKN Kelompok 24 Unimal melakukan penanaman tanaman.

PENDIDIKAN

KKN Kelompok 24 Ubah Lahan Kosong Jadi Lahan Produktif

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:25 WIB

RAGAM BERITA

Ambal Warso Ke-32 : Lestarikan Budaya Jawa

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:27 WIB

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA

NANGGROE

Belum Genap 2 Tahun, M. Nasir Tinggalkan Kursi Sekda Aceh

Minggu, 23 Agu 2026 - 12:41 WIB

Foto bersama di puncak Benteng A Batere Meteo Gampong CIT Ba'U Sabang

PERISTIWA

Cot Ba’u Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sabtu, 22 Agu 2026 - 22:38 WIB