TAPAKTUAN (MA) – Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Demonstrasi Peduli Meunggamat Sutrisno mengharapkan, agar peserta aksi yang akan ikut aksi unjuk rasa tolak tambang di Kantor Bupati dan DPRK Aceh Selatan yang akan berlangsung, Rabu, (30/8) besok, untuk mampu menjaga ketertiban dan tidak melakukan anarkis.
Hal itu disampaikan Korlap Aksi Demo Peduli Meunggamat, Kecamatan Kluet Tengah Sutrisno, sehubungan rencana pelaksanaan aksi demonstrasi tolak tambang yang akan dilaksanakan di dua tempat yakni di Kantor Bupati Aceh Selatan dan DPRK Aceh Selatan, Selasa, (29/8).
Adapun berbagai syarat untuk ikut demo itu antara lain, mematuhi arahan Koorlap dan Dan Lap, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dilarang keras membawa senjata tajam dan bahan-bahan mudah meledak.
Selain itu, dilarang anarkis, merusak fasilitas yang ada berupa bangunan pemerintah dan bangunan umum lainnya.
“Kita harapkan peserta demo harus mematuhi ketentuan, agar pelaksanaan demo berjalan baik dan berhasil secara substansi serta tidak menimbulkan resiko keamanan,” kata Sutrisno.
Sutrisno tidak menyebutkan jumlah peserta secara rinci, namun menyatakan bahwa, pesertanya berasal dari pemuda dan, mahasiswa dan masyarakat Meunggamat, Kecamatan Kluet Tengah dan masyarakat se-Kluet Raya.
Menurut Sutrisno, aksi demo itu dilakukan, sehubungan dampak dan merasa terancam oleh kehadiran PT. BMU yang berada di Desa Simpang Tiga, Meunggamat.
“Keberadaan tambang tersebut yang berada di hulu sungai manggamat membuat kita khawatir akan dampak yg terus menerus memburuk,” kata Sutrisno.
Oleh karena itu, demi anak cucu dan demi mutu hidup sehat serta demi menghindari malapetaka akibat kerusakan alam yang disebabkan oleh sifat keserakahan oleh pemangku kepentingan, dia memanggil, bersama-sama melakukan aksi damai ke kantor Bupati dan DPRK Aceh Selatan dengan tuntutan, cabut izin PT. BMU secara permanen.
Aksi mereka, mengambil titik kumpul di Simpang Empat Koto Meunggamat, Kecamatan Kluet Tengah dan Simpang Empat Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara (Kluet Raya).
Dia mengimbau, agar pendemo senantiasa mematuhi aturan dan tetsu dalam satu barisan.
“Kita bukan orang kaya, kita juga bukan penguasa kita hanya punya persatuan. untuk itu tetap dlm satu barisan dan satu komando,” kata Sutrisno.
Sebagai mana diketahui, aksi damai itu akan mulai dilakukan sejak pukul 08.00 Wib pagi hingga selesai. (Maslow Kluet).




