Wujudkan Smart City, Aceh Selatan Gelar FGD

Sekdakab Aceh Selatan Cut Syazalisma, S. STP, sedang memeriksa sambutan pada acara FGD Smart City, Rabu, (1127).(Photo/Media Aceh/Istimewa).

TAPAKTUAN (MA) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Selatan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan rencana induk smart city Kabupaten Aceh Selatan Tahap ke-I di Hotel Dian Rana Tapaktuan, Rabu, (12/7).

FGD tersebut bertujuan untuk menggali dan merumuskan hasil pemikiran yang berkembang dalam upaya penggalian dan  peningkatan potensi daerah menuju Smart City.

Kegiatan FGD ini berlangsung selama dua hari hingga tanggal 13 Juli 2023 dan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan Cut Syazalisma,  S.STP mewakili bupati Aceh Selatan yang sedang dinas di Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Sekdakab Cut Syazalisma,  S.STP mengatakan, rangkaian penyusunan rencana induk Smart City Kabupaten Aceh Selatan sebagaimana dilaksanakan pada hari ini, tidak terlepas dari implementasi qanun kabupaten Aceh Selatan Nomor 4 Tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2008-2028, serta rencana pembangunan daerah (RPD) Kabupaten Aceh Selatan tahun 2024-2026.

BACA JUGA...  Sekda Aceh Hadiri Penutupan Pekan Kebudayaan Bireuen I

Adapun indikator  dari penerangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tersebut antara lain, penataan birokrasi pemerintahan, sinkronisasi dan harmonisasi kerjasama pembangunan, serta transparansi serta akuntabilitas yang berbasiskan Smart City dalam rangka mendukung terwujudnya pelaksanaan E-Government, kata Sekdakab Aceh Selatan Cut Syazalisma, S. STP.

Menurut Sekdakab Aceh Selatan, konsep Smart City terdiri dari beberapa dimensi, yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, dan  smart environment serta smart building.

BACA JUGA...  Kejati Aceh Perintahkan  Kejari Aceh Selatan Selidiki Proyek  Drainase di Kluet Utara

Bahwa pengembangan Smart City bukanlah dengan menjadikan teknologi informasi sebagai tujuan akhir, akan tetapi fokus pada inovasi dan terobosan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan serta pengembangan sektor unggulan daerah, ujar Syazalisma.

Selain itu dalam konteks pemerintahan, program Smart City diharapkan dapat memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi, serta memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat dalam upaya efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, serta meningkatkan transparansi, serta partisipasi atau keterlibatan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Sebelumnya Panitia Pelaksana Kegiatan FGD tahap I Kadis Kominfosan Aceh Selatan Munharsam, SE,M,Si yang disampaikan oleh Kabid Egovertment Rahmat, ST melaporkan bahwa tujuan yang diharapkan dari  kegiatan ini,  tersusunnya dokumen rencana Induk Smart City Kabupaten Aceh Selatan,  sehingga akan memberikan acuan bagi pengambilan kebijakan untuk menentukan langkah-langkah strategis dalam menentukan konsep Smart city  yang berkesinambungan (berkelanjutan)

BACA JUGA...  Kegagalan Disbudpar Aceh: Antara Konflik dengan Pegiat Seni dan Data Wisata yang Dipertanyakan

Kegiatan ini diisi oleh nara sumber yang berasal dari tenaga ahli UIN Ar-raniry serta komunitas IT dari relawan TIK Aceh.

Turut berhadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh diwakili Kabid Layanan E-Government Hendri Darmawan, S.Kom, para Kepala SKPK, camat Tapaktuan, tim ahli penyusunan rencana induk Smart City se-Aceh dan undangan lainnya.(Maslow Kluet).