TAPAKTUAN (MA) – Mobilitas warga Gampong Lawecimanok menuju ibukota kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan, dilaporkan, Jumat, (22/4), sempat terganggu karena jembatan darurat yang menghubungkan desa udik dan sekitarnya itu sering roboh.
Seperti baru-baru ini, jembatan yang terbuat dari pokok kelapa itu hanyut dan disebabkan oleh terjangan banjir yang terjadi Sabtu, (22/4), malam.
“Namanya saja jembatan darurat pengganti jembatan yang tak kunjung selesai dikerjakan, pastilah roboh diterjang banjir,” kata salah seorang warga Lawesawah, melalui telepon, Minggu, (24/4).
Menurutnya, karena kepentingan warga untuk mobilitas dari dan ke Gampong Lawecimanok, warga beramai-ramai membuat jembatan darurat dari bahan yang sama.
Mereka juga prihatin dengan kondisi jembatan yang mereka buat, karena sewaktu-sewaktu bakal roboh lagi.
“Pasalnya, bila terjadi hujan lebat, dipastikan akan banjir dan luapan air yang bisa menghanyutkan batang kelapa,” kata Adi.
Setelah diperbaiki warga secara gotong royong, jembatan tersebut kembali dapat dilalui.
“Bagaimana tidak diperbaiki, orang perlu ngangkut sawit ke ram di Kampung Sapik, selain sebagai sarana perhubungan satu-satunya di kawasan udik ini,” kata Adi.
Mereka berharap, agar secepatnya, jembatan dirampungkan pekerjannya.
Menurut warga, jembatan yang dikerjakan sejak tahun 2022 lalu, rampung, sehingga terganggu hubungan kekeluargaan dan perekonomian
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Syaiful, MT, ketika ditanyakan mediaaceh.co.id di Tapaktuan, kemarin, mengatakan, jembatan tesebut segera akan rampung.
“Tendernya sudah dilaksanakan pada bukan Ramadan, sekelas hari raya ini segera dikerjakan,” katanya.(Maslow Kluet).




