Nyak Sandang Penyumbang Pesawat RI-001 Ingatkan Jaga Kemerdekaan Indonesia

Minggu, 18 Agustus 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Jaya (ADC)- Nyak Sandang adalah salah seorang penyumbang pesawat pertama Republik Indonesia (RI-001) mengingatkan generasi sekarang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang susah payah diraih para pejuang.

Hal tersebut disampaikan Nyak Sandang, saat menerima kunjungan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di kediamannya Desa Lhuet, Jaya, Aceh Jaya, Sabtu 17 Agustus 2019.

“Semoga kemerdekaan ini bisa dijaga, diteruskan, dan diisi dengan baik,” ucapnya singkat.

Pada saat dikunjungi, Nyak Sandang sedikit bicara. Di umurnya yang sudah lebih 90 tahun, Nyak Sandang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.  Ia dan istrinya Fatimah dalam kondisi sakit-sakitan. “Ya Allah, berikan kemerdekaan ini berlanjut. Dan terima kasih kepada ACT yang selama ini telah mendampingi saya,” ungkapnya.

BACA JUGA...  PKP2 Laksanakan Laboratorium Inovasi Design di Sabang

Pesawat yang dibeli dari hasil sumbangan tersebut, kemudian diberi nama Dakota RI-001 Seulawah. Transportasi udara pertama milik Indonesia yang digunakan Presiden Soekarno di era perjuangan Indonesia. Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan emas guna mendukung pembelian pesawat. Pesawat ini pula yang menjadi cikal bakal lahirnya perusahaan Garuda Indonesia.

BACA JUGA...  Tengku Khalidi: Dana Otsus Ada Karena Ada GAM

Tahun 2018 Nyak Sandang diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas kedermawanannya.

Staf Program ACT Aceh memaparkan bahwa perjuangan orang-orang terdahulu patut dihargai dengan baik. Darah pejuang tumpah demi merebut kembali kemerdekaan dari tangan penjajah.

Katanya, ada banyak cara mencintai Indonesia. Salah satunya dengan menjadi pribadi yang berkontribusi untuk kebaikan dan perbaikan Indonesia dengan peran apapun yang dijalankan sebaik mungkin. “Tugas kita sekarang adalah mempertahankan kemerdekaan melalui penyejahteraan bangsa, menanamkan patriotisme sejak dini kepada anak-anak,” pungkasnya.

BACA JUGA...  SPS Aceh Tolak Revisi UU Penyiaran, Mengancam Kebebasan Pers

Hal senada juga disampaikan Astri Maulida, Humas MRI Wilayah Aceh. Menurutnya, bangsa Indonesia harus mengeratkan persatuan demi menyelesaikan persoalan bangsa. “Jangan berharap kepada orang lain menyelesaikan persoalan, kita mulai dari pribadi kita sendiri dari hal terkecil sekalipun seperti saling membantu, peduli terhadap lingkungan, dan mengharumkan bangsa Indonesia di kancah internasional,” tutupnya. (Ahmad Fadil/Rel)

Berita Terkait

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor
Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara
Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat
APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman
Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo
Kapolres Sabang Pimpin Pencarian WN Malaysia Hilang Menyelam
Buaya Muncul, Warga Resah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:33 WIB

Hujan Lebat, Aceh Selatan Diterjang Banjir dan Longsor

Rabu, 16 September 2026 - 17:19 WIB

Status Blang Padang, Wali Nanggroe Bersuara

Rabu, 16 September 2026 - 07:37 WIB

Apache Dihentikan Pada Acara Penutupan Milad 800, Ayah Wa: Kita Hormati Syariat

Senin, 14 September 2026 - 17:32 WIB

APEL Adu Dugaan Maladministrasi ke Ombudsman

Senin, 14 September 2026 - 17:05 WIB

Diiringi Pedang Pora, Taufiq Tinggalkan Gayo

Berita Terbaru

Para peserta kegiatan, lakukan foto bersama. Sebanyak 19 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Aceh mendapatkan pendampingan pengembangan usaha berbasis hutan dan akses pembiayaan melalui pendekatan blended finance, Kamis (17/9/2026).
Foto: Tribun Gayo

PEMERINTAHAN

WRI Kick-Off BFM 2026–2027 di Bener Meriah

Jumat, 18 Sep 2026 - 08:23 WIB

Di lokasi yang sebelumnya terdapat Buaya Muara (Crocodylus porosus) berjemur  kini  tidak tampak lagi, namun warga masih resah.(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

KESEHATAN

Pernyataan BKSDA Dinilai Timbulkan Kekesalan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:56 WIB

NANGGROE

Faisal Temui Safrizal, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Aceh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:41 WIB

Saat masyarakat di Tanah Jambo Aye CKG yang dilaksanakan oleh Pihak Puskesmas Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

KESEHATAN

Puskesmas Tanah Jambo Aye Gelar CKG di 30 Gampong

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:16 WIB

PEMERINTAHAN

DPMPTSP Pidie Jaya Gelar Bimtek LKPM

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:10 WIB