Zakaria Saman: Rakyat Masih Lapar, Bendera Bulan Bintang Lempar Saja Ke Parit

Rabu, 17 Agustus 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Pertahanan GAM. Zakaria Saman pada acara nonton bareng pelantikan Presiden RI ke 7 Ir Joko Widodo, 20 Oktober 2014 lalu di Harouck Kupi Banda Aceh. Foto: MU|APC
Mantan Menteri Pertahanan GAM. Zakaria Saman pada acara nonton bareng pelantikan Presiden RI ke 7 Ir Joko Widodo, 20 Oktober 2014 lalu di Harouck Kupi Banda Aceh. Foto: MU|APC

Banda Aceh | AP-Mantan Menteri Pertahanan GAM, Zakaria Saman yang akrab disapa ‘Apa Karya’ kembali berkomentar tentang bendera Bintang Bulan sebagai bendera Aceh yang saat ini mencuat dan santer dibincangkan kembali.

Menurutnya, bendera bukanlah hal penting yang harus diurus legislatif atau eksekutif Aceh saat ini. “Soal kesejahteraan masyarakat Aceh jauh lebih penting daripada persoalan tersebut,” kata Apa Karya.

Hal itu disampaikan Apa Karya saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (10/5). Kedatangan Apa Karya dalam rangka silaturahmi yang disambut langsung oleh Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, Sekretaris Redaksi Bukhari M Ali, Waredpel Zainal Arifin, dan Redaktur Polkam, Yocerizal.

“Bagi lon, bendera kon hana galak, tapi ureung Aceh utamakan pruet dilee. Keupeu bendera meunyoe pruet ureung Aceh mantong deuk, kon tacok tatiek lam parek keudeh/Saya bukan tidak suka dengan bendera, tapi orang Aceh harus kita utamakan dulu masalah perut (kesejahteraan)-nya. Untuk apa bendera kalau orang Aceh masih lapar, ambil lempar ke parit saja,” kata Apa Karya.

BACA JUGA...  Polres Aceh Timur Sita Senjata dan Baju Bintang Bulan Dari 4 Pria Asal Aceh Utara

Salah satu Tuha Peuet Partai Aceh ini tidak menampik bahwa bendera dan lambang Aceh adalah salah satu yang diamanahkan dalam MoU Helsinki yang telah diproduk dalam sebuah regulasi yakni Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Tapi, menurutnya, masalah tersebut masih bisa dimusyawarahkan setelah semua keinginan masyarakat Aceh terpenuhi. “Meunyoe rakyat Aceh ka seunang, peu bandira ta keuneuk peu’ek, peu bandira cap bak jok, peu cap Kakbah, silakan saja. Yang peunteng beusijahtra dilee ureung Aceh/Kalau rakyat Aceh sudah senang, apa pun bendera yang ingin kita kibarkan, apakah dia bendera cap pohon ijuk atau cap Kakbah, silakan saya. Yang penting, orang Aceh sejahtera lebih dulu,” kata Apa Karya.

BACA JUGA...  Supriyanto Mengaku Baru Sekali Rekam Daleman Rok Wanita di TransJ

Terkait permintaan Wapres Jusuf Kalla agar bendera Bintang Bulan diubah, Apa Karya mengatakan memang itu adalah hal yang harus dijalankan, lantaran ada undang-undang yang mengatur persoalan tersebut. Apa Karya yakin, permasalahan bendera Aceh akan terus berpolemik jika tidak mau diubah sedikit pun seperti permintaan Wapres JK. “Jakarta pasti han dibie meunyoe hana taubah, aleuh nyan jak tanyoe ta ubah nyoe ta ubah jeh, man kon ka lagei buet aneuk miet. Man kiban chit, bek lei that tapike soai nyan, masalah kesejahteraan dilee yang peunteng,” sebut Apa Karya.

Dalam kesempatan itu, Apa Karya juga menegaskan, keinginan dirinya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2017, bukan murni keinginan pribadinya, melainkan keinginan masyarakat yang menaruh harapan padanya.

BACA JUGA...  Syedara Apa Karya: Beri Dukungan Kepada Pasangan ZAKAT Sepenuhnya

Apa Karya mengaku, selama ini malu lantaran tak ada perubahan yang signifikan terhadap Aceh pascadamai. “Sudah sekian lama, apa yang kita rasakan, semuanya jauh dari harapan. Ini yang menjadi motivasi saya, jika diberikan izin oleh Allah saya akan mewujudkan apa yang diminta masyarakat Aceh, semampu saya,” ujar Apa Karya.

Ditanya bagaimana jika dalam pilkada nanti ia tak mendulang banyak suara atau kalah, Apa Karya menegaskan tak mau mengambil pusing terkait itu. Jika kalah, ia justru menganggap dirinya tetap menang. “Meunyoe talo, lon ka meunang, lon ka glah ngon ureung Aceh. Laju tawoe u gampong, nyompat nanggroe lon pulang, tameulakei nyang get keu Aceh. Meunyoe lon chit hana sapeu, peng hana, pengalaman pih tan, tapi lon nawaitu lillahi ta’ala demi kepentingan Aceh nyoe,” pungkas Apa Karya berbahasa Aceh. [aceh.tribunnews.com]

Berita Terkait

Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan
RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung
Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi
Muzakir dan Tri Susanti Sirait Juara Bhayangkara Run Aceh Selatan 
70 Irpom Diturunkan, Aceh Tamiang Kebut Pemulihan 2.673 Hektare Sawah Pascabanjir
Sejumlah Insiden MBG di Aceh Selatan Diduga Akibat Lemahnya Koordinasi dan Pengawasan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Ada Apa dengan Taman Budaya Sabang? BPJS Kesehatan Dipertanyakan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:07 WIB

RSUD Yuliddin Away Kini Layani Pemasangan Ring Jantung

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:03 WIB

Program JKN Kian Kokoh, BPJS Kesehatan Cetak SDM Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:40 WIB

Wakapolres hingga Kasat Reskrim Berganti, Polres Aceh Selatan Gelar Sertijab

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:22 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Selatan Perkuat Sinergi dan Apresiasi Personel Berprestasi

Berita Terbaru

RAGAM BERITA

Jamah MTH Hadiri Milad Ke-13 dan Haul Ke-4 Alm Rizky Adiguna 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:50 WIB

PEMERINTAHAN

Tarmizi Kumpulkan Pihak Perusahaan 

Kamis, 27 Agu 2026 - 21:42 WIB

Pembangunan Masjid Babul Khairat di Kampung Suka Damai, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

RAGAM BERITA

Masjid : Butuh Uluran Tangan Dermawan

Kamis, 27 Agu 2026 - 19:45 WIB