Namun pilihannya untuk turun ke gelanggang politik lokal [menjadi bupati di daerah yang kerap bergulat dengan persoalan banjir dan ketimpangan infrastruktur] adalah pilihan yang tidak lazim, bahkan berisiko.
Presiden Prabowo membaca pilihan itu sebagai keberanian moral.
DI TENGAH bencana, Armia tidak hanya muncul saat kamera menyala. Ia bertahan ketika hujan masih turun, ketika listrik padam, ketika jalur distribusi logistik tersendat.
Banyak warga mengenangnya sebagai sosok yang lebih sering mengenakan sepatu lapangan daripada sepatu dinas, lebih sering mendengar daripada berbicara.
“Beliau ada sejak hari pertama,” ujar seorang warga Sukajadi lirih. “Bukan datang setelah semuanya aman.”
Itulah konteks pujian Presiden; bukan soal jabatan, bukan soal latar belakang kepolisian, tetapi soal kehadiran.
Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa negara tidak akan membiarkan Aceh Tamiang berjuang sendirian
Pemerintah pusat, katanya, akan memberikan dukungan penuh untuk mempercepat pemulihan pascabencana, mulai dari perbaikan infrastruktur, pemulihan permukiman, hingga penguatan ekonomi warga yang terdampak.
Pernyataan tersebut menjadi penting di tengah kelelahan kolektif masyarakat. Banjir bandang bukan hanya merusak rumah dan sawah, tetapi juga menggerus rasa aman dan kepercayaan diri warga.




