Destinasi Wisata: Benteng Anoi Itam Sabang

Selasa, 12 November 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Benteng Anoi Itam peninggalan perang dunia II

Benteng Anoi Itam peninggalan perang dunia II

Mediaaceh.co.id – Sabang, sebagai salah satu kota paling barat Indonesia, tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga menyimpan banyak cerita sejarah yang belum banyak terungkap. Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu sejarah masa lampau sekaligus daya tarik wisata yang unik adalah Benteng Anoi Itam. Benteng yang sering disebut sebagai Benteng Jepang ini berada di Desa Ujong Kareung, Kecamatan Sukajaya, Sabang, dan menjadi destinasi utama bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi jejak-jejak masa lalu dengan pemandangan indah menghadap Selat Malaka.

BACA JUGA...  Anggota DPRK Nagan Raya Tabrak Trotoar

Benteng Anoi Itam dibangun antara tahun 1942 hingga 1945 oleh tentara Jepang, tepat pada masa Perang Dunia II. Benteng ini merupakan bagian dari sistem pertahanan Jepang di wilayah Sabang, mengingat posisi strategis kota ini sebagai pintu masuk dari Samudra Hindia menuju Selat Malaka. Pada masa itu, Sabang dianggap penting oleh Jepang karena letaknya yang strategis untuk mengawasi lalu lintas laut. Benteng ini berfungsi sebagai pusat penyimpanan senjata sekaligus pertahanan militer, dan memiliki struktur arsitektur yang unik di mana sebagian besar strukturnya tertanam di bawah tanah.

BACA JUGA...  Jalasenastri Lanal Sabang Goyang DenganTari Saman

*Jejak Pertahanan Militer dengan Arsitektur Unik*
Dengan desain yang tersembunyi, sebagian besar bangunan Benteng Anoi Itam tertimbun di bawah tanah. Struktur ini membuat benteng sulit dideteksi dari udara maupun laut, suatu bentuk arsitektur pertahanan yang cerdas pada masa itu. Atap benteng yang menyerupai tapal kuda memberi keuntungan strategis bagi tentara Jepang dalam mempertahankan benteng dari serangan musuh. Bangunan ini terdiri dari beberapa ruangan bawah tanah yang saling terhubung, dan dulu digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata dan amunisi, pos pengintaian, serta ruang perlindungan bagi tentara Jepang.

BACA JUGA...  Guru SMPN 7 Lhokseumawe Lintasi Banjir

Berita Terkait

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan
Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional
Dandim Sabang Ajak Wartawan Bersama Jaga Kondusivitas Daerah
Kapolda Aceh ke Sabang, Pastikan Kesiapan Jajaran Kepolisian
23 Warisan Budaya Aceh di Tingkat Nasional, Kekayaan yang Tak Boleh Hilang
Seudati: Seni Gerak, Syair, dan Kekompakan yang Tak Lekang Zaman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 14:34 WIB

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Jumat, 11 September 2026 - 17:14 WIB

Coffee Morning Kapolres Sabang, Media Diajak Perkuat Sinergitas

Rabu, 9 September 2026 - 23:25 WIB

Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WIB

Sabang Jadi Sorotan Wagub Aceh Dorong Penguatan Jalur Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 16:38 WIB

Dandim Sabang Ajak Wartawan Bersama Jaga Kondusivitas Daerah

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB