“Kemenangan ini bukan kemenangan Gampong Cucum dan Cot Yang, tapi kemenangan ummat Muslim di Aceh Besar. Karena saudaranya sudah berdamai maka masyarakat di Aceh Besar mendapat satu kemenangan yang penuh Ridha Allah SWT,” ucap Waled Husaini.
Ia juga menyatakan, penancapan tapal batas yang dilakukan tidak hanya disaksikan oleh manusia, akan tetapi juga disaksikan oleh Allah dan para Malaikat, bahwa orang muslimin hari ini sangat bersyukur dan gembira telah menghidayahkan dua gampong untuk rela dengan keputusan pemerintah untuk dilakukan tapal batas.
Waled juga menyatakan, tidak mengharapkan ada konflik lagi setelah tapal batas kedua gampong tersebut ditetapkan. “Konflik itu satu penyakit bagi orang Islam dan sangat dilarang di dalam agama, yang ada dalam Islam berdamailah di antara dua kalian. Jadi kita tidak ingin ada konflik di Aceh Besar,” kata Waled lagi.
Ketua Sementara DPRK Aceh Besar Iskandar Ali menyatakan, dari dulu masalah tapal batas ini sering jadi persoalan. Karena itu Ia berharap kalau ada perselisihan seperti di Gampong Cucum dan Cot Yang itu hendaknya ditempuh melalui jalur-jalur damai.
“Ini kan masalah kearifan lokal, tidak harus masuk ke wilayah-wilayah hukum. Jadi cara-cara Pemkab Aceh Besar menyelesaikan tapal batas ini, kita tetap komit terus mendorong proses perdamaian seperti penanganan tapal batas Cucum dan Cot Yang,” ujarnya.




