Ia menambahkan, transparansi data menjadi kunci untuk mengungkap penyebab utama kecelakaan, termasuk data dari sistem Automatic Train Protection (ATP) yang merekam pergerakan kereta.
Hingga saat ini, pihak PT KAI melalui juru bicara perusahaan menyatakan masih fokus pada proses evakuasi dan investigasi. Namun, pernyataan tersebut dinilai belum menjawab tuntutan publik akan akuntabilitas yang lebih luas.
Tragedi di Bekasi Timur kini menjadi ujian serius bagi kepercayaan masyarakat terhadap sistem transportasi massal nasional. Di tengah klaim modernisasi dan peningkatan teknologi, insiden ini justru memunculkan pertanyaan mendasar tentang efektivitas pengawasan dan keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam sektor transportasi publik, keselamatan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan tanggung jawab mutlak yang harus dijaga tanpa kompromi. Jika tidak, maka konsekuensinya bukan hanya kerugian materiil, tetapi juga nyawa manusia. (R)




