Toke Dun juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak bencana yang selama ini dialami masyarakat di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Seunuddon.
Ia menekankan pentingnya pendekatan strategis dan berkelanjutan dalam penanggulangan bencana rob yang sudah menjadi ancaman tahunan bagi masyarakat setempat.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keselamatan jiwa dan keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Jangan sampai kita lalai, baru menyesal ketika semuanya sudah terlambat,” pungkasnya.
Ia berharap agar dalam pembahasan anggaran ke depan, pembangunan batu pemecah ombak di Lhok Pu’uek dapat menjadi prioritas utama, demi menjaga wilayah tersebut tetap aman dan layak huni bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Abutar yang merupakan masyarakat setempat juga menyebutkan, pada pasang purnama sebelumnya ada sekitar 15 rumah warga dihantam ombak, satu unit balai pengajian, Hatchery (benur), dan fasilitas lainnya.
Abutar juga mengharapkan kepada pemerintah agar secepatnya mengambil langkah, supaya jangan ada lagi rumah warga yang rusak dan hilang akibat rob, pungkasnya.(Sayed Panton)




