“Scan QRCODE hanya berlaku saat pasien sedang berobat di Poli dan tercatat sebagai pasien dengan nomor Rekam Medik,” ujarnya.
Disinggung bagaimana dengan pasien yang tergolong Kakek – Nenek, Andika menjelaskan bahwa bagi mereka tergolong seperti itu maka keluarga pasien yang mendampingi yang akan melakukan penilaiannya.
Berita sebelumnya melalui aplikasi ini masyarakat sebagai pasien bisa menilai langsung sikap dan pelayanan dokter, serta perawat di rumah sakit.
“Secara umum untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit, jadi bukan untuk mencari-cari kesalahan dokter,”tegas Andika.
Selanjutnya sambung Andika melalui aplikasi yang dimaksud, pihaknya akan mengetahui kondisi di lapangan, bagaimana interaksi antara dokter serta perawat dengan pasiennya.
Karena menurut Andika bukan zamannya lagi bagi dokter dan perawat marah-marah dengan pasiennya ataupun keluarga pasien.
Andika menambahkan bagi setiap dokter ratingnya baik dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya, tentu akan diberikan reward (hadiah) sebagai perhatian penyemangat dalam bekerja.
Sementara untuk dokter dan perawat dengan rating buruk, tentu akan membuat rugi dirinya sendiri dan tentu akan ada sanksi dari pihak managemen.
“Yang harus kita sadari adalah bahwa masyarakat yang datang ke rumah sakit merupakan orang yang sedang membutuhkan pertolongan kesehatan untuk di perhatian khusus. Untuk itu kita harus memberikan pelayanan yang terbaik,” jelasnya.




