“Para petani perlu terus dibina, agar semangat menanam dan mengembangkan berbagai kebutuhan masyarakat. Bantuan ini jangan disia-siakan, manfaatkan dengan baik. Rajinlah bertani dan berpikir jauh ke depan, karena pertanian yang dikelola dengan baik akan menopang ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Wali Kota Sabang menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Meskipun Sabang dikenal sebagai destinasi pariwisata, sektor pertanian berperan penting sebagai pendukung dan penyeimbang dalam memperkuat perekonomian masyarakat Pulau Weh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Fakri, menjelaskan bahwa traktor roda empat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian atas usulan Kelompok Tani Merdeka. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program swasembada dan ketahanan pangan di Kota Sabang.
“Bantuan ini diserahkan untuk digunakan bersama para petani lainnya. Kelompok yang belum mendapat bantuan dapat bekerja sama melalui sistem sewa dengan biaya operasional ringan, seperti bahan bakar, operator dan perawatan alat. Ini untuk menjaga agar alat tetap terawat dan tidak cepat rusak,” terang Fakri.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan operator khusus yang akan mulai bertugas pada 2026. Tim dealer juga akan memberikan pelatihan bagi operator dan penyuluh lapangan agar memahami cara pengoperasian alat dengan baik.




