LHOKSEUMAWE (MA) – Tim pasangan calon (paslon) 02, melalui juru bicaranya, Mario, secara tegas membantah tuduhan provokasi dan kekerasan yang dialamatkan kepada mereka terkait insiden kericuhan di luar persidangan sengketa pemilu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Malikussaleh (Unimal).
Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Sekretariat Bersama (Sekber) Jurnalis di Jibie Kupi, Kota Lhokseumawe, Sabtu, (7/12).
Menurut Mario, insiden yang melibatkan pendukung paslon 01, Muhammad Ilal Sinaga dan M. Yudha Sirgi Adhnana, dengan pendukung paslon 02, Zulhery dan Misbahul Munir, telah menjadi perhatian publik. Namun, pihaknya menegaskan bahwa tudingan provokasi dan kekerasan yang diarahkan kepada pendukung paslon 02 tidak berdasar.
Mario menjelaskan bahwa kericuhan tersebut berawal dari kesalahpahaman di luar persidangan. Situasi semula berlangsung kondusif, dengan kedua kelompok pendukung menyaksikan proses persidangan dari luar gedung. Ketegangan muncul ketika salah satu pendukung paslon 01 merasa terganggu oleh pendukung paslon 02 yang sedang merokok. Insiden tersebut berubah menjadi konflik fisik setelah salah seorang pendukung paslon 01 diduga memulai tindakan agresif berupa dorongan dan pemukulan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















