Terkait Hidrogeologi dan Hidrometeorologi Begini Penjelasan Kadis ESDM Aceh

Sabtu, 18 Mei 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Secara Hidrogeologis, berdasarkan beberapa kajian ilmiah yang dilakukan oleh BGR, Jerman pada tahun 2007 dan juga oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2021, Sumber air pada Pucok Krueng yang berdekatan dengan desa Naga Umbang merupakan sebuah sistem hidrologi karst yang airnya terkoneksi dengan Gua Uleu.

Gua Uleu sendiri, katanya, merupakan bagian dari hutan lindung atau zona resapan pada lembah Lunto dengan arah aliran air tanah menuju ke Utara.

BACA JUGA...  Kankemenag Menyerahkan 43 Sertifikat Tanah Wakaf di Aceh Selatan 

Berdasarkan kajian tersebut juga diketahui bahwa zona resapan aliran Pucok Krueng berbeda dengan zona resapan lokasi PT. Solusi Bangun Andalas (SBA) yang arah aliran air tanahnya menuju ke Barat atau menuju laut (Gambar 2), hal ini sudah dibuktikan melalui uji tracer test dengan melakukan injeksi media berwarna (zat uranine) pada gua dan rongga untuk menelusuri arah aliran air tanah di gua Uleu (zona resapan Pucok Krueng) ataupun di gua Quarry (Zona resapan daerah PT Solusi Bangun Andalas) ( Gambar 3).

BACA JUGA...  Kelompok Disabilitas di Kabupaten Pidie Jaya Ikut Pelatihan Menjahit

Sehingga berdasarkan kajian ini tidak dapat dibuktikan bahwa isu aktivitas penambangan berkaitan dengan kekeringan beberapa sumber air disekitar wilayah tersebut.

Selain itu, sebutnya, kondisi hidrogeologis di Gampong Lambaro Seubun yang berjarak hampir 10 Km dari Pucok Krueng atau PT. Solusi Bangun Andalas merupakan sistem aliran air tanah yang sama sekali berbeda baik hulu atau zona resapannya sehingga tidak dapat di hubungkan dengan zona resapan pada Pucok krueng dan lokasi PT Solusi Bangun Andalas (Gambar 4).

BACA JUGA...  Pesona Pesisir Timur Aceh akan Digelar di Langsa, Catat Tanggalnya!

Berita Terkait

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:10 WIB

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 September 2026 - 12:05 WIB

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:52 WIB

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB