Tenaga Kerja Aceh ‘Lurus’ tak ‘Lurus’ di Medco EP Malaka

Kilang Migas Blok – A (Medco) Aceh Timur sejak tahun 2018 sudah melakukan eksploitasi.

Menurut Dia; timbulnya kecemburuan sosial di gampong-gampong sekitar seperti dalam wilayah Kecamatan Indra Makmu, Kecamatan Julok dan Kecamatan Nurussalam [Warga Lingkar Tambang] disebabkan penerimaan tenaga kerja sejak tahap kontruksi 2016 sampai dengan tahap operasi tahun 2018 hingga sekarang melalui mekanisme koordinasi Forum Multi Pihak [Forkopimda dan Forum Keuchik].

BACA JUGA...  Untuk Keindahan Kota, Fauzi Saputra: Kita Memperindah Lapak Buat Pedagang Jajanan

Dengan proses seleksi penerimaan tenaga kerja dilakukan secara tidak [transparans]. Sehingga kesempatan kerja terhadap masyarakat sekitar proyek menjadi tertutup.

Malah Usman menilai jika proses rekrutmen naker yang tidak transparan apalagi kalau memgacu berdasarkan tidak adanya skema dan data jumlah naker lokal pada Forum Multi Pihak

Bahkan pada beberapa kasus, rekrutmen naker, oleh perusahaan tidak berkoordinasi dengan Forum Multi pihak, sehingga menimbulkan aksi protes warga.

BACA JUGA...  KPK Benarkan OTT di Surabaya

Peluang – peluang unit usaha baru tidak tumbuh dan berkembang pada gampong-gampong sekitar kegiatan perusahaan, akibat masih minim keterlibatan kontraktor lokal, badan usaha milik gampong, dan kelompok-kelompom ekonomi lokal lainnya yang menjadi mitra kerja PT Medco EP Malaka.

“Karena sistem pengadaan barang dan jasa skala lokal, sering di sebut local procurement management plan belum di efektifkan,” kata Usman.

Penulis: SyawaluddinEditor: Syawaluddin Ksp