TAUD Minta Angkat Kembali Pegawai KPK Yang Tidak Lulus TWK

  • Bagikan

 49 total views,  1 views today

TAUD Minta Angkat Kembali Pegawai KPK Yang Tidak Lulus TWK

JAKARTA (MA) – Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengangkat kembali pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Penegasan itu disampaikan Pimpinan TAUD; Teo Raffleson pada mediaaceh.co.id via whatsapp. Kamis, 16 September 2021 di Jakarta didepan Kantor KPK RI Lama Jl.Hr. Rasuna Said Setiabudi Jakarta Selatan.

Teo dalam fakta-faktanya memaparkan; Pada hari Rabu tanggal, 15 September 2021 Pukul 16.20 WIB sampai selesai di Depan Kantor KPK RI Lama Jl. HR. Rasuna said Setiabudi Jakarta Selatan, telah berlangsung mimbar bebas dan Konferensi Pers dari Tim Advokasi Untuk Demokrasi, 15 orang.

Meminta KPK untuk mengangkat kembali pegawai KPK yang tidak lulus TWK sesuai dengan Surat Keputusan PresidenRI Joko Widodo.

Mereka juga menggelar beberapa spanduk rentang yang bertuliskan; TWK cacat prosedur presiden jangan cuek; #Berani jujur pecat; Jangan berantas pegawai berintegritas; Di – Ghosting gebetan ( x ), di Ghosting Presiden ( ✓ ); Sapu Koruptor di sapu Koruptor.

Orasi diawali Direktur LBH Jakarta; Arif Maulana. Dalam orasinya dikatakan, Pada hari ini adalah Bentuk prihatin kita, semakin hari semakin memprihatinkan, semakin memburuk, korupsi makin menjadi jadi, dan KPK semakin melemah saat revisi UU KPK.

“Kita tau KPK kewenangannya lemah, taringnya semakin tumpul, pimpinan KPK bermasalah yang justru mempermalukan institusi yang digadang-gadang anak reformasi, teman teman pegawai KPK disingkirkan saat melakukan tes TWK,” tegas Arif.

Kemudian yang sangat memprihatinkan kata Arif adalah meski Ombudsman RI, Komnas HAM berkata pimpinan KPK telah menyalahgunakan wewenang, Pada 15 September 2021 Tim Advokasi Untuk Demokrasi, Dia mengancam akan membuka kantor Darurat.

Karena melihat kondisi situasi korupsi yang memperhatinkan dan bebas terjadi dimana-mana serta dibiarkan saja.

Hal ini sangat ironis rendah dan kinerja pimpinan KPK sangat memalukan tidak dapat mengungkap korupsi. Test TWK itu hanya akal-akalan sehingga orang yang berintegritas di kondisikan tidak lulus.

Lalu Saut Siagian dari Team Advokasi atau Pengacara. Dia memgatakan bahwa; Firly adalah mantan Deputi KPK, inilah dia yang di pilih oleh DPR orang-orang ini adalah orang tanpa kompromi.

Tapi sebelum menjadi ketua KPK sekarang dia dikembalikan ke Kepolisian menjadi Kapolda Sumsel, Kawan dari 57 kawan mereka tidak pernah se-wewenang dalam berkerja, Saudara Komisioner; Ghufron pada mengacu putusin MK dan MA.

“Tak hanya itu semua pemecatan diserahkan kepada Presiden maka dari kalian lihat ada surat – surat didalam kotak ini untuk diberikan kepada Presiden Jokowi. TWK bukan untuk lulus dan tidak lulus kalau tidak ada yang baik maka dari itu harus diperbaikin bukan untuk di pecat. Di posko darurat ini adalah tempat untuk tempat pemberantasan Korupsi,” tegasnya.

Kemudian ada, Saut Situmorang (Mantan Ketua KPK Lama) mengatakan; Melihat kebelakang, kurang lebih 6 tahun di KPK, dihak angket KPK itu telah kacau kinerja KPK, hari ini adalah revolusi mental untuk presiden, dan hari TAUD berjuang dan mengingatkan kembali kepada presiden.

“Kita juga harus mengubah KPK harus lebih bersih, kita disini sebagai perjuangan untuk mengangkat pegawai TWK yang di pecat,” Katanya.

Saut berterima kasih pada rekan-rekan yang sudah hadir, Dia menekankan kepada 75 orang yang ikut TWK bukan pengemis.

Mereka yang mempunyai intelektual yang tinggi dan 75 orang yang tidak lulus mempunyai integritas kerja tinggi melakukan pemberantasan Korupsi serta portofolio jelas bukan seorang pengemis.

“Ke 57 orang yang tersisa tersebut merupakan bagian dari perjuangan keadilan pemberantasan korupsi dan mereka punya hak untuk mencari nafkah bukan melakukan penyingkirkan melalui TWK.demikian yang dapat saya sampaikan,” pungkasnya.

Selain Saut, ada Novel Baswedan dikatakan bahwa; Permasalahan yang terjadi sekarang pimpinan KPK terkesan berani menentang hukum.

Pimpinan milik masyarakat Indonesia. Dia memilih berjuang di KPK dalam pemberantasan korupsi, tantangan dalam pemberantasan korupsi sangat besar tapi itulah perjuagannya. Novel telah berjuang dengan maksimal.

Diakhir orasi pada Pukul 17.10 WIB, Mantan pegawai KPK , Memasukkan surat untuk Presiden RI dan pada Pukul 17.25 WIB, Massa membubarkan diri dengan tertib, situasi aman Kondusif.

Disisi lain; Tim Advokasi Untuk Demokrasi akan membuka kantor Darurat setiap hari Selasa dan Jumat pukul 16.00 – 17.00, bagi siapa saya yang akan mengirim surat kepada Presiden dalam rangka menolak TWK.

Mereka yang hadir diantaranya; Bpk. Novel Baswedan; Bpk. Saud Situmorang (Mantan Ketua KPK Lama); Saur Siagian (Team Advokasi / Pengacara); Yudi Purnomo (Mantan Ketua WP/Penyidik KPK); Sujanarko (Mantan Deputi Pencegahan KPK) dan Tata (Mantan Humas KPK). [Syawaluddin].

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Malu Achh..  silakan izin yang punya webs...