Tahan Gaji Kaur, Keuchik: Saya Pemerintah

Jumat, 23 Juni 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Meureudue, AP-Salah satu Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kantor Desa Sawang, Bandar Baru, Pidie Jaya mengaku jerihnya hingga saat ini belum dibayarkan oleh oknum kepala desa setempat.

“Saya heran kenapa jerih payah saya ditahan oleh keuchiek (kepala desa-red),” tanya Fakrurrazy, Kaur Kesra Gampong/Desa Sawang, Kamis, 22 Juni 2017 sore.

Menurut informasi yang didapat Fakrurrazy, dana untuk jerih payah Kaur sebesar Rp 600 000,- perbulan itu sudah seminggu cair, tapi herannya kenapa belum juga dibayarkan.

BACA JUGA...  Tutup HUT Bireuen Ke-26, Mukhlis Optimis Bangun Kesejahteraan Rakyat dan Kebudayaan 

“Persoalan ini sudah saya sampaikan ke Pak Camat, namun kurang ditanggapi,” ujarnya.

Tak hanya kepada Camat, Kaur Kesra itu juga mengadukan nasibnya hingga ke aparat penegak hukum di kecamatan itu.

“Saya juga telah lapor ke Polsek, tapi tidak ditanggapinya, rencana saya mau lapor ke Kejari juga, kok honor saya digelapkan,” gugatnya.

Jelasnya lagi, kalau memang dia bukan Kaur Kesra lagi kenapa hingga sekarang namanya masih tertera di struktur pemerintahan desa dan hingga sekarang masih belum ada pengganti dia sebagai Kaur Kesra

BACA JUGA...  Polres Aceh Utara Musnahkan 5 Hektar Ladang Ganja di Sawang, Begini Penjelasan Kapolres 

“Saya masih kaur, dan hingga sekarang belum ada surat pemberhentian,” tegasnya.

Sementara kepala Gampong Sawang, Syuib mengaku bukan menahan jerih payah kaurnya, namun dia mengaku belum sempat menyerahkan kepada yang bersangkutan dengan alasan masih di luar daerah.

“Saya masih di luar ada urusan, nanti saya serahkan,” ujar kepala desa itu saat dikonfirmasi Grup Atjehpress.com, Kamis, 22 Juni 2017 sore.

Meskipun demikian, kepala desa desa itu sempat gusar kepada basahannya karena persoalan jerih payah ini diadukan kemana mana oleh perangkat desa.

BACA JUGA...  Menteri PU Tinjau Sinkhole di Aceh Tengah

“Saya ini kepala desa, pemerintah, jangan diganggu ganggu, kalau begini caranya saya tak terima,” kata keuxhik itu sedikit emosi dan mengancam si pelapor persoalan gampong ke pihak luar.

Dia juga berdalih, jerih payah Kaur Kesra sengaja tidak dibayarkannya karena yang bersangkutan pernah mengajukan surat pengunduran diri.

“Dia sudah mundur,” katanya tanpa menyebutkan apakah surat pemberhentian sudah dikeluarkan? (TM)

Berita Terkait

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara
Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara
Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh
Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase
Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh
Ayah Wa Dorong Pendidikan Aceh Melahirkan Generasi Islami, Unggul dan Bermartabat
Plt. Sekda Aceh Terima Audiensi Forum Pimred Multimedia Indonesia-Aceh
Bank Aceh Salurkan Zakat Rp11,94 Miliar

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:03 WIB

Ayah Wa: 800 Tahun Samudera Pasai Momentum Kebangkitan Aceh Utara

Sabtu, 5 September 2026 - 10:34 WIB

Sambil Menyeruput Kopi, Ayah Wa Serap Aspirasi Masyarakat Aceh Utara

Jumat, 4 September 2026 - 17:46 WIB

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Kamis, 3 September 2026 - 20:25 WIB

Piasan Pase 2026 Digelar 7 Hari, Aceh Utara Rayakan 800 Tahun Sejarah Pase

Kamis, 3 September 2026 - 20:03 WIB

Gubernur Aceh Pimpin RUPSLB Bank Aceh

Berita Terbaru

Anggota DPR-RI asal Aceh Muslim Ayub berfoto bersama jajaran Lapas Kelas IIA Banda Aceh, saat kunker ke rumah tahanan itu, Kamis, (3/9/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

Muslim Ayub Lihat Kondisi Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Jumat, 4 Sep 2026 - 17:46 WIB