SPS Awards 2025: Merayakan Kreativitas Media di Tengah Disrupsi Digital

Ratusan insan pers meriahkan SPS Award 2025 di Jakarta.

Setiap tahun, SPS Awards menjadi arena pembelajaran bagi ratusan media dari berbagai daerah. Para peserta tidak hanya bersaing, tetapi juga mengukur sejauh mana mereka berkembang, menyesuaikan diri, dan tetap bertahan dengan identitas jurnalistik yang kuat. Dari tahun ke tahun, kualitas karya yang masuk kian meningkat, baik dalam aspek desain halaman muka, penggunaan tipografi, pilihan fotografi, hingga kecanggihan narasi interaktif di ruang digital.

BACA JUGA...  SPS Berharap Tidak ada Dikotomi Pers Nasional dan Pers Daerah

Ajang ini telah melahirkan banyak juara, tapi juga mendorong banyak media yang belum menang untuk terus belajar, berbenah, dan berinovasi. Tidak sedikit redaksi yang menjadikan kemenangan di SPS Awards sebagai prestasi tertinggi tahunan mereka, bahkan sebagai bahan presentasi di hadapan pemilik modal atau lembaga mitra.

Ketua Umum SPS: Ini Bukan Sekadar Penghargaan

BACA JUGA...  Wakapolda Aceh Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu 2019

Dalam sambutannya malam itu, Ketua Umum SPS Januar Yepi Ruswita menekankan bahwa SPS Awards adalah bentuk tanggung jawab moral organisasi pers terhadap kualitas jurnalisme Indonesia.

“Ini bukan sekadar apresiasi,” kata Yepi dengan suara mantap, “tapi penegasan bahwa media harus tetap menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi publik yang berkualitas. Di tengah disrupsi dan derasnya informasi yang menyesatkan, media profesional punya peran strategis yang tak boleh ditinggalkan.”