BANDA ACEH (MA) – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA) mengguncang politik lokal dengan tuduhan serius terhadap beberapa program SKPA Provinsi Aceh tahun 2024.
Menurut SAPA, dana sebesar Rp. 13 miliar lebih yang dialokasikan untuk program publikasi dan media dianggap sebagai langkah yang merampok kepentingan rakyat.
Ketua Umum SAPA, Fauzan Adami, dalam pernyataannya menyoroti tiga dinas Provinsi Aceh yang terlibat dalam program publikasi yang dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kami menduga ini program sesat alias program kepentingan untuk merampok,” katanya. Senin 10 Juni 2024.
Dari data yang diungkapkan oleh SAPA, tiga SKPA yang terlibat mencakup Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dengan anggaran mencapai Rp. 9 miliar, diikuti oleh Dinas Kesehatan Aceh sekitar Rp. 2,7 miliar, dan Dinas Syariat Islam dengan alokasi Rp. 1,8 miliar. Totalnya, mencapai lebih dari Rp. 13 miliar.
Fauzan menegaskan bahwa dana sebesar itu bisa digunakan untuk membantu ribuan orang miskin dengan memberikan bantuan modal usaha agar persoalan kemiskinan, pengangguran, kriminalitas dan narkoba tidak semakin meningkat. Program mengenai publikasi dan media sebesar Rp. 13 miliar lebih merupakan tindakan ketidakpedulian dari Eksekutif dan Legislatif terhadap kebutuhan riil masyarakat.




