SPS Awards 2025: Merayakan Kreativitas Media di Tengah Disrupsi Digital

Ratusan insan pers meriahkan SPS Award 2025 di Jakarta.

1. Indonesia Print Media Awards (IPMA)
Mengapresiasi media cetak dengan desain dan penyajian terbaik.

2. Indonesia Digital Media Awards (IDMA)
Menghargai inovasi media daring dalam menghadirkan konten visual dan interaktif.

3. In-house Media Awards (InMA)
Diberikan kepada media internal perusahaan dan institusi yang kreatif dan informatif.

4. Indonesia Student Media Awards (ISMA)
Penghargaan khusus bagi media kampus dan pelajar, mendorong regenerasi jurnalis muda.

BACA JUGA...  Prihatin Kondisi Asrama Mahasiswa Aceh Tamiang di Banda Aceh

5. Indonesia Young Readers Awards (IYRA)
Untuk media yang peduli dan menarik minat pembaca muda.

Kelima kategori ini mencerminkan spektrum luas ekosistem media di Indonesia hari ini — dari surat kabar harian nasional, buletin internal, hingga kanal digital mahasiswa.

Sejarah Singkat SPS Awards: Dari Cetak Menuju Digital

SPS Awards bukan barang baru dalam dunia pers Indonesia. Gelaran ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010, saat SPS Pusat melihat pentingnya memberi pengakuan terhadap kualitas penyajian media cetak yang kala itu masih mendominasi ruang baca publik. Kala itu, penghargaan utamanya dikenal sebagai IPMA (Indonesia Print Media Awards) dan hanya melibatkan media cetak umum.

BACA JUGA...  SPS Berharap Tidak ada Dikotomi Pers Nasional dan Pers Daerah

Namun seiring waktu, gelombang digital mengubah segalanya. Konsumsi media berpindah ke layar ponsel. Cetak mulai menyusut. Namun bukan berarti kualitas harus ikut surut. SPS pun memperluas cakupan penghargaan. Lahir kemudian IDMA (Indonesia Digital Media Awards) pada 2015, lalu disusul kategori lainnya seperti InMA, ISMA, dan IYRA.