SKPA Yang Mana di TA 2021, Berkinerja Baik?, Amri:  Nova, gagal.!!!

Banda Aceh, (MA) Dalam sebuah diskusi masyarakat di seputar kota Banda Aceh, reporter media ini dibom bardir hujatan masyarakat pada kinerja Pemerintah Aceh masa tahun anggaran 2021. Warga Banda Aceh Adi, meminta agar ada media yang bersedia merilis Dinas Provinsi (SKPA) yang berkinerja baik. Kata Adi dan beberapa masyarakat Banda Aceh 15 Desember 2021.

“Tunjukkan pada kami, karena menurut kami program rumah dhuafa gagal, kinerja dinas kesehatan bermasalah maka program covid dialihkan, dinas pariwasata gagal memberi perlindungan pada insan seni, mereka diadu domba. Saya tidak tahu, bagaimana SKPA mampu merealisasikan anggarannya mencapai 100% agar tidak Silpa kalau bukan pada upaya pembohongan,” beber Adi dan masyarakat Banda Aceh.

BACA JUGA...  Sikap Politik Fraksi DPRA Tentukan Nasib Rakyat Aceh

Pada minggu akhir di penghujung tahun 2021, reporter media ini menarik mencari kinerja buruk Dinas Kesehatan Aceh untuk perbandingan. Mulai dari kritikan seorang intelektual yang dilansir beberapa media saat itu, terhadap kinerja Dinas Kesehatan Aceh berikut ini.

Keberadaan Dinas Kesehatan Aceh yang sejatinya merupakan garda utama dalam menangani kesehatan masyarakat, tidak terkecuali dengan pencegahan Covid-19. Tapi, kini dianggap kurang berperan. Publik melihat lebih banyak TNI dan polisi yang bekerja dalam penanganan virus berbahaya yaitu Covid-19. Cuplikan ini diambil dari ungkapan seorang Akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh DR Taufik A Rahim, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA...  Sabang Memang Hebat Pada Rakerda Dekranasda Tapaktuan Raih Dua Penghargaan

Untuk mencari tahu kebenaran informasi ini, reporter media ini mencoba menghubungi Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas pada Dinas Kesehatan Aceh 16 Desember 2021. Namun tidak direspon oleh Kepala Dinas Kesehatan Dr. Hanif, meski kami menawarkan dapat diwakilkan kepada bawahannya untuk memberi respon.

Sementara kalangan lain menilai, Dinas Koperasi Aceh hanya bertahan sebagai lembaga penerima APBA. Terbukti, Puskud saja telah menjadi lahan pertokoan di daerah Lamtemen Aceh Besar.

BACA JUGA...  Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp. 213 Milyar dari Bank Aceh

Pada sudut lain, Pengamat Ekonomi Dr. Amri, yang juga dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) mengajak tokoh masyarakat berdiskusi bersama di Elpe Kupi, Lampineung, Jumat 17/12/2021. Dr. Amri menilai “Nova” gagal makmur kan Aceh.

Pertemuan akan dihadiri oleh Prof. Yusni Saby, M. Nasir Djamil, Fajran Zain, dan dia sendiri. “Kami akan membahas perihal masalah yang dihadapi Aceh. Saya berharap teman-teman semua menyediakan waktu untuk ikut pada diskusi tersebut,” kata Amri.[]

Laporan: Manaf