Skandal Wastafel Rp43,7 Miliar Rupiah dan Jerat ‘Apendiks’, KPK Periksa Mantan Pejabat Kunci di Aceh

Minggu, 13 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga adanya keterlibatan pejabat tinggi Aceh dalam kasus Wastapel. (Foto/Dok: Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

Diduga adanya keterlibatan pejabat tinggi Aceh dalam kasus Wastapel. (Foto/Dok: Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

Apa sebenarnya yang terjadi di balik proyek pengadaan wastafel yang kini menyeret banyak nama besar?

Dana Misterius “Apendiks” dan Jejak Gelap Anggaran

Kasus ini semakin rumit setelah terungkapnya istilah misterius dalam dokumen anggaran: ‘apendiks’. Menurut sumber terpercaya, dana dengan kode [AP] ini pertama kali muncul ketika terjadi permintaan penyediaan anggaran untuk Pilkada Aceh 2024.

BACA JUGA...  Isi Lengkap Perppu Perlindungan Anak Terhadap Pelaku Kekerasan Seksual

Saat itu, Gubernur meminta agar disiapkan dana hingga Rp500 miliar rupiah untuk kebutuhan politik, yang mencakup Pilkada di Aceh, Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.

Namun, sosok penting dalam pengelolaan keuangan tersebut tidak mampu memenuhi permintaan sebesar itu.

Setelah melakukan berbagai upaya, ia hanya berhasil mengumpulkan Rp250 miliar rupiah. Dana tersebut kemudian ditempatkan secara tersembunyi di Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dengan kode khusus [apendiks].

BACA JUGA...  Diduga Melanggar UU ITE, Aktivis Muda Perempuan Aceh Dipolisikan

Kode ini, yang biasanya merujuk pada istilah medis untuk usus buntu, digunakan sebagai penyamaran dalam pengelolaan dana agar tidak mudah dilacak oleh auditor atau pihak luar.

Istilah [apendiks] sendiri diduga diciptakan oleh seorang pejabat tinggi lain yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Aceh kala itu.

Penggunaan kode ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menutupi jejak penyimpangan dana besar yang kemungkinan digunakan untuk keperluan politik.

BACA JUGA...  IPW Desak Kapolri Copot Kapolda Kalsel, Ini Persoalannya 

Berita Terkait

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB