Skandal Wastafel Rp43,7 Miliar Rupiah dan Jerat ‘Apendiks’, KPK Periksa Mantan Pejabat Kunci di Aceh

Minggu, 13 Oktober 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga adanya keterlibatan pejabat tinggi Aceh dalam kasus Wastapel. (Foto/Dok: Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

Diduga adanya keterlibatan pejabat tinggi Aceh dalam kasus Wastapel. (Foto/Dok: Umar Hakim/mediaaceh.co.id).

Misteri di balik dana berkode [AP] ini kini menjadi perhatian serius penyidik KPK.

Pengunduran Diri yang Mencurigakan: Awal dari Terbongkarnya Skandal

Salah satu tanda mencurigakan terkait kasus ini adalah pengunduran diri tiba-tiba seorang pejabat tinggi dari posisinya sebagai Kepala BPKA pada 30 Mei 2021, yang baru diumumkan ke publik beberapa hari kemudian, yakni pada 4 Juni 2021.

BACA JUGA...  Skandal Wastafel Rp43,7 Miliar Rupiah: ‘Flayer Viral’ Tuntut APH Periksa Pejabat BPKA dan Aktor di Balik Proyek

Pengunduran diri yang terkesan tertutup ini menimbulkan kecurigaan, terutama mengingat proyek-proyek besar seperti pengadaan wastafel yang saat itu sedang dalam pengawasan ketat.

Pengunduran diri tersebut semakin memicu spekulasi bahwa pejabat ini menarik diri karena tekanan terkait penyelidikan kasus wastafel dan penyalahgunaan dana [apendiks].

Publik bertanya-tanya, apakah pengunduran diri itu adalah upaya untuk menghindari sorotan ataukah karena keterlibatan dalam kasus korupsi besar yang sedang diselidiki oleh KPK.

BACA JUGA...  HIMASIL Minta Pemkab Aceh Singkil Tingkatkan Kesejahteraan Daerah

KPK Mulai Menyisir Pejabat Terlibat: Pilkada Aceh Terancam Skandal

Lebih lanjut, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, mengungkapkan bahwa salah satu bakal calon kepala daerah (bacakada) di Pilkada 2024 telah berstatus tersangka korupsi.

Meski identitas bacakada ini belum diungkapkan secara resmi, spekulasi bahwa sosok pejabat kunci di BPKA tersebut adalah orang yang dimaksud semakin menguat, mengingat posisinya yang sentral dalam pengelolaan keuangan Aceh.

BACA JUGA...  Polsek Baktiya Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Berita Terkait

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut
Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya
KPK Usut Korupsi BPN
Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 
Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku
Tgk Agam Bantah Pukul ML, Siapkan Laporan Balik
Dinding Krueng Doy Ambruk, Jalan Warga Terancam Ikut Longsor
Polisi Bongkar Aksi Bobol Dua Rumah Kajhu

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Pamsimas Rp405 Juta Mangkrak, Warga Aceh Timur Minta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Tim Pengacara Desak Poltekpel Buka Fakta Kematian Rasya

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

KPK Usut Korupsi BPN

Kamis, 17 September 2026 - 12:04 WIB

Isu Begal Pengaruhi Mobilitas Warga  di Aceh Selatan 

Kamis, 10 September 2026 - 17:40 WIB

Penculikan Mahasiswa Terungkap, Polisi Amankan Senpi dan Pelaku

Berita Terbaru

Saat ODGJ asal Cot Petisah, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara mau dirujuk ke RS Cut Mutia di Lhokseumawe yang didampingi oleh Kepala Puskesmas Blang Glumpang, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Aparatur Gampong setempat, Sabtu (10/10).

KESEHATAN

ODGJ Asal Cot Petisah Dirujuk Ke RS Cut Mutia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 12:57 WIB

Arianto, Direktur Bumdesma terpilih Kecamatan Kebayakan.
Foto: mediaaceh.co.id/Salhadi

PEMERINTAHAN

Arianto Pimpin Bumdesma Kebayakan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:15 WIB

Lounching peringatan Hari Desa Nasional 2027 dan Kick Off Liga Indonesia 2926-2027 di Bandung Barat Jabar, Sabtu, (10/10/2026).(Foto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PEMERINTAHAN

PABPDSI Perkuat Peran Desa

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:04 WIB