Sengketa Empat Pulau di Aceh Jadi Isu Nasional, Pemerintah Pusat Dinilai Abaikan Aspirasi Rakyat

Kamis, 12 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi empat pulau di Singkil, Provinsi Aceh yang sedang menjadi isu nasional. (Foto : gl).

Ilustrasi empat pulau di Singkil, Provinsi Aceh yang sedang menjadi isu nasional. (Foto : gl).

Keputusan ini menuai kekecewaan mendalam dari masyarakat Aceh. Pemerhati sosial dan Wakil Rektor I Universitas Abulyatama (Unaya), Dr. Usman Lamreung, M.Si., dalam siaran persnya pada Kamis (12/6), menyebut bahwa persoalan ini sejatinya telah diselesaikan melalui kesepakatan damai pada tahun 1992 antara Gubernur Aceh saat itu, Ibrahim Hasan, dan Gubernur Sumatera Utara, Raja Inal Siregar.

BACA JUGA...  Pj Wali Kota Sabang Pimpin Upacara HUT RI Ke-78 Tahun 2023 di Lapangan Yos Sudarso

“Kesepakatan tersebut menyatakan bahwa keempat pulau merupakan bagian dari Aceh. Persoalan ini kembali mencuat pada 2008 saat Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi (TNPNR) mengangkat kembali status penamaan wilayah, yang justru menjadi pemicu sengketa berkepanjangan,” ujar Usman.

Ia menilai, pernyataan Kemendagri bahwa sengketa ini sudah berlangsung lama menjadi kurang relevan jika merujuk pada kesepakatan antargubernur tahun 1992. “Sejak saat itu, tidak ada lagi perdebatan mengenai status pulau-pulau tersebut, baik secara administratif, historis, maupun identitas. Keputusan terbaru pemerintah pusat bersifat sepihak, tidak transparan, dan mengabaikan aspirasi masyarakat Aceh,” tegasnya.

BACA JUGA...  Rayakan HUT RI, Pemko dan Masyarakat Sabang Pasang Beragam Spanduk Merah Putih

Usman juga mengkritik pendekatan pemerintah pusat yang dinilainya semakin sentralistik dan tidak mencerminkan penghormatan terhadap status Aceh sebagai daerah dengan otonomi khusus. Ia mengingatkan bahwa kebijakan semacam ini berpotensi menimbulkan ketegangan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers
Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo
Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik
Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang
PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers
Ketua PWNU Jawa Barat Dukung Komjen Pol Karyoto Jadi Kapolri
Ayah Wa: Pers Harus Tetap Dekat dengan Rakyat demi Demokrasi yang Kuat
Terima Pemred Award 2026, Nasir Djamil: Pers Harus Kembali Menjadi Suara Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:10 WIB

Ketua Umum SPS: AI Harus Jadi Pengungkit Bisnis Pers

Selasa, 22 September 2026 - 18:30 WIB

Purbaya Mulai Mengimbangi Perhatian Publik terhadap Prabowo

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Ngobras Bersama Kadiv Humas Polri, Isir: Percayalah, Masih Banyak Polisi Baik

Sabtu, 5 September 2026 - 13:44 WIB

Berkas Perkara PT GRS Dilimpahkan ke PN Serang

Jumat, 4 September 2026 - 16:51 WIB

PWI Siap Gelar HPN 2027, Buka Ruang bagi Seluruh Konstituen Dewan Pers

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa saat terima pompa air foto bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, Selasa (3/11).

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Dampingi Mendagri dan Terima Pompa Air

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:54 WIB