Sengkarut di RSUDZA, Dari Persoalan Pengadaan Alkes Hingga Penempatan Kroni

Ketua DPP Lembaga Pemuda Aceh Reformasi (PAR), Muhammad Farras.

“Pada waktu diminta disediakan merek B, dibelikan merek A yang berkualitas rendah karena muncul dugaan oknum pengelola barang lebih mementingkan fee yang besar yang diberikan oleh distributor yang bisa di ajak kerja sama,” kata Muhammad Arsa Farras.

Menurutnya, informasi yang berkembang oknum orang dekat direktur sering meminta fee yang besar  sebelum barang dipesan.

BACA JUGA...  Jasa Raharja Pasang Spanduk Himbauan, Ini 13 titik Rawan Kecelakaan 

“Ini memang benar seperti yang beritakan sebelumnya oleh salah satu media yang bekerja adalah kroni-kroni pejabat tertentu,” katanya.

Dinilai juga, pejabat di RSUDZA tersebut sangat arogan, sehingga jika ada masalah dengan  direktur langsung dipindahkan ke bagian lain seperti ke ruang  loundry.

Begitu pula, dalam hal  perjalanan dinas,  hanya diperuntukkan untuk oknum tertentu.

BACA JUGA...  Festival Islamic School dan Bazar UMKM Semarakkan Ramadhan di Masjid Agung Babussalam Sp. Tiga-Redelong

Menurut sinyalemen, Muhammad  Farras, menduga  pihak RSUDZA juga hanya membiarkan peran oknum berinisial  M selaku Bina Program (RSUDZA) ikut menentukan  pembelian BHP yang di bawah standar.

“Seharusnya pihak yang menjadi pihak  pengadaan alat kesehatan  untuk rumah sakit tipe-A disesuaikan dengan  spesifikasi atas usulan kebutuhan unit kerja,” kata Muhammad Arsa Farras.

Masalah gaji bagi ASN yang naik pangkat di RSUDZA, disinyalir  juga tidak langsung dibayarkan pada bulan berikutnya, tetapi masih memberlakukan pembayaran gaji pada golongan lama.