“Waktu kita tanya sama bendaharawan gaji, mereka mengatakan dana nggak cukup, berarti yang duduk jadi Kabid Bina Program tersebut tidak paham, bukan ahli nya,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.
Disinyalir, dalam proses pengadaan, pihak distributor Indo Sofa dipanggil duduk di luar kantor.
“Siapa yang berani menyediakan fee terlebih dahulu sebelum diklik (diluluskan-red) di atas 15 persen, baru dibeli barang distributor tersebut,” begitu keterangan tentang carut marutnya manajemen sebagaimana diungkap kalangan LSM yang peduli terhadap lembaga kesehatan kebanggan rakyat Aceh.(Maslow Kluet).




