Sengkarut di RSUDZA, Dari Persoalan Pengadaan Alkes Hingga Penempatan Kroni

Ketua DPP Lembaga Pemuda Aceh Reformasi (PAR), Muhammad Farras.

“Waktu kita tanya sama bendaharawan gaji, mereka mengatakan dana nggak cukup, berarti yang duduk jadi Kabid Bina Program tersebut tidak paham,  bukan ahli nya,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Disinyalir, dalam proses pengadaan,  pihak distributor  Indo Sofa dipanggil duduk di luar kantor.

“Siapa yang berani  menyediakan fee terlebih dahulu sebelum diklik (diluluskan-red)  di atas 15 persen, baru  dibeli barang distributor tersebut,” begitu keterangan tentang  carut marutnya manajemen sebagaimana diungkap kalangan LSM yang peduli terhadap lembaga kesehatan kebanggan rakyat Aceh.(Maslow Kluet).

BACA JUGA...  Komisi C DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Tentang Retribusi IMB