Sekjen KiARA : Pengungsi Rohingya Harus Segera Dipulangkan

Selasa, 6 September 2016

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungsi muslim Rohingya sedang berjuang hidup mati di tengah lautan luas. Foto: inpra.in

BANDA ACEH | AP-Keberadaan pengungsi muslim Rohingya di Aceh  yang lari dari upaya pembantaian umat Buddha Myammar jadi perhatian khusus sebuah LSM. Aktivis LSM itu malah menyarankan supaya pengungsi itu segera dipulangkan ke negara asal.

“Tentang manusia perahu ini harus segera ditindaklanjut dengan cara pemulangan ke keluarganya di negara masing-masing,” desak Sekjend KiARA, Abdul Halim, usai acara sosialisasi Undang-Undang Nomor  7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, di Aula Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa, 06 September 2016.

BACA JUGA...  Mahasiswa Minta Ketegasan Pemerintah Aceh Soal Rohingya

Selama ini katanya, Manusia Perahu (pengungsi-red) adalah merupakan identitas yang merefrensentasikan tentang keberadaan sebuah negara baik itu di laut nasional maupun internasional. Kebedaan manusia perahu yang notabene dari Myanmar dan Srilangka dalam banyak hal dikatakan pengungsi namun belakangan Kementrian perikanan mengatakan bahwa manusia perahu yang berasal dari Myanmar, Srilangka dan lainya mereka adalah selama ini yang bekerja di atas kapal ikan Thailand oleh karena kapal-kapal pencuri ikan tersebut tidak bisa beroperasi karena program perang terhadap pencuri ikan.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Utara Fasilitasi Etnis Rohingya, Begini Dikatakan Kabag

“Dugaan bahwa Adanya mobilisasi dari Pemerintah Thailand secara sepihak memobilisasi kenegaranya akan tetapi para nelayan tersebut dalam perjalanan terdampar di dan pulau-pulau NKRI,” jelasnya.

Namun begitu, Abdul Halim meminta kepada Kementrian Perikanan dan Kelautan untuk bersikap hati-hati jangan dianggap ini merupakan ex ABK dari kapal ikan Thailand, tetapi ada konteks kemanusiaan lebih besar yang harus dipastikan bahwa mereka adalah manusia.

BACA JUGA...  Pengungsi Rohingya Menyasar ke  Aceh Selatan

“Apapun pelanggaran yang dilakukan harus dilihat dalam konteks kemanusian sehingga mereka harus diperlakukan sebagai layaknya manusia yang merdeka serta bisa kembali ke negara asal dan bertemu dengan keluarganya,” sarannya. [Azwar]

 

Berita Terkait

AS dan Israel Luncurkan Serangan ke Iran, Teheran Diguncang Ledakan
Ketika Kebun Kelapa Sawit Ilegal di TNGL Mulai di ‘Gagahi’ Satgas PKH Garuda RI
Seabad Luka Palestina: Dari Pendudukan ke Genosida
Kekejaman Militer Israel di Palestina: Kejahatan Perang Luar Biasa
Ikan Purba Coelacanth, Ditemukan Nelayan Gorontalo, Diselamatkan Wartawan Sulut dan Ilmuwa
Laporan UNESCO Tentang Kondisi Pekerja Media Ditolak, Kedubes Rusia Sampaikan Apresiasi ke PPWI
BIOFAIR 2024 USK: Membawa Misi Pelestarian Ozon dan Kehidupan Laut
APH Tindak dan Berantas Pelaku Illegal Logging serta Pembukaan Lahan Kawasan Lindung Gambut Rawa Tripa

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:19 WIB

AS dan Israel Luncurkan Serangan ke Iran, Teheran Diguncang Ledakan

Jumat, 5 September 2025 - 16:33 WIB

Ketika Kebun Kelapa Sawit Ilegal di TNGL Mulai di ‘Gagahi’ Satgas PKH Garuda RI

Rabu, 2 Juli 2025 - 01:37 WIB

Seabad Luka Palestina: Dari Pendudukan ke Genosida

Senin, 17 Februari 2025 - 09:51 WIB

Kekejaman Militer Israel di Palestina: Kejahatan Perang Luar Biasa

Selasa, 4 Februari 2025 - 13:34 WIB

Ikan Purba Coelacanth, Ditemukan Nelayan Gorontalo, Diselamatkan Wartawan Sulut dan Ilmuwa

Berita Terbaru

EKBIS

Harmoni Inklusif PEP Rantau Menembus Panggung Asia

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:27 WIB