example banner

Sekelompok Eks Kombatan GAM Hentikan Pekerjaan Duplikasi Jembatan Peureulak

  • Bagikan

example banner

 7 total views,  1 views today

example banner

Aksi itu bocor kepihak kepolisian, setelah mereka memperoleh informasi dari masyarakat. Sekira pukul 11.20 WIB Personil Polres Aceh Timur, Personil Polsek Peureulak, Personil Polsek Peureulak Barat mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), tetapi sekelompok orang tersebut telah membubarkan diri.

Laporan | Syawaluddin

IDI (MA) – Sekelompok orang yang mengatasnamakan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menghentikan pembangunan duplikasi jembatan Peureulak. Kabupaten Aceh Timur, Aceh.

Foto jembatan hanya ilustrasi

Begitu tegas Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH melalui Kasat Sabhara Iptu Darli, S.H.A pada mediaaceh.co.id, Kamis, 4 Maret 2021 di Idi.

Kejadian pada hari Rabu, 3 Maret 2021 sekira pukul 10.40 WIB Bertempat di Lokasi Pekerjaan Duplikasi Jembatan Peureulak Desa Beusa Meuranoe Kecamatan Peureulak, didatang beberapa orang atau sekelompok yang mengaku sebagai anggota KPA pimpinan Panglima Daerah Wilayah I Peureulak beserta Sagoe Kuta Dayah dan Sagoe Peureulak kota.

Lalu, kata Darli, beberapa orang tersebut datang menggunakan 5 unit mobil minibus kemudian meminta kepada pekerja untuk menghentikan pekerjaannya serta meminta kepada pekerja untuk menghubungi pihak perusahaan.

Lalu salah satu pekerja yang bernama PNM, 31 tahun, Alamat Dusun Alue Tenang Desa Alue Luhob Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Menghubungi humas perusahaan yang bernama NSL alias NHN alias tekong, dalam pembicaraannya sekelompok orang tersebut meminta agar diselesaikankan pembayaran jatah sagou atau nanggroe.

Jika tidak perusahaan tidak di izinkan untuk melanjutkan pekerjaannya setelah itu pihak humas menghubungi pihak perusahaan yaitu PT. Adiwira Brahma Kerta yang berada di Banda Aceh untuk menyelesaikan hal itu.

Aksi penghentian pekerjaan jembatan dipimpin oleh Panglima Daerah I Wilayah Peureulak an. Marzuki alias Cobra bersama dengan Panglima Sagoe Peureulak Kota bernama Marwan Alias Kobra.

Kobra beserta lebih kurang 30 orang datang meminta fee kepada pihak perusahaan sebesar Rp300 juta rupiah tetapi pihak perusahaan menyanggupi Rp20 juta rupiah untuk masing-masing sagoe.

Aksi itu bocor kepihak kepolisian, setelah mereka memperoleh informasi dari masyarakat. Sekira pukul 11.20 WIB Personil Polres Aceh Timur, Personil Polsek Peureulak, Personil Polsek Peureulak Barat mendatangi ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), tetapi sekelompok orang tersebut telah membubarkan diri.

Selanjutnya Kasat Sabhara Iptu Darli, S.H Kapolsek Peureulak AKP Pidinal Limbong, Kapolsek Peureulak Barat Ipda Irfan, S.H meyakinkan pihak perusahaan agar pekerjaan tetap dilanjutkan dan apabila ada kejadian serupa agar segera menghubungi pihak berwajib dan pihak kepolisian siap memberikan pengamanan terhadap jalannya pekerjaan perusahaan tersebut. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *