oleh

Sat Reskrim Polresta Banda Aceh Ringkus Empat Pelaku Penipuan Modus Batu Merah Delima

-HUKOM-213 views

Banda Aceh (MA) – Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh berhasil meringkus empat pelaku penipuan yang berasal dari luar Provinsi Aceh dengan menggunakan batu merah delima palsu (mainan menggunakan lampu). Pelaku selama ini beraksi di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Penangkapan keempat pelaku ini, atas laporan para korban yang telah ditipu dengan modus batu merah delima dapat membawa kesaktian menggandakan uang dari hasil penjualan.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH didampingi Kasat Reskrim AKP M. Taufiq, SIK, Kanit Pidum Ipda M. Hadimas STrK dan Kasubbag Humas Iptu Hardi, SH dalam konferensi pers diruang gelar perkara Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kamis 5 Maret 2020.

 

Baca Juga :

YARA Laporkan Plt Gubernur Aceh ke KPK

Polres Sabang Ciduk Dua Janda Doyan Brondong Usai Mengguna Narkoba

 

“Keempat pelaku berasal dari Pekanbaru, Batam dan Sumatera Utara, telah melakukan penipuan terhadap para korban dan di tangkap di sebuah penginapan di kawasan Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin 2 Maret 2020 malam,” ucap Kapolresta.

Para pelaku diantaranya berinisial AA (29), FA (45), BH (48) dan AM (54) yang berperan berbeda beda untuk meyakinkan para korban membantu seseorang guna membeli batu merah delima palsu yang mereka pertunjukan kepada korban.

Selain itu, Trisno juga menceritakan bagaimana cara para pelaku melakukan aksinya sehingga beberapa warga menjadi korban.

“Pelaku awalnya menemui salah satu korban dengan berpura-pura menanyakan alamat seseorang untuk menawarkan batu merah delima, kemudian datang dua orang pelaku lainnya berpura-pura tidak mengenal dan bergabung membahas penjualan batu delima tersebut dengan menjanjikan apabila batu merah delima itu terjual maka korban akan mendapatkan keuntungan,” kata Kapolresta.

 

Baca Juga :

Polem Muda Resmi Laporkan Media Afnews ke Polda Aceh

Begini, Sinergitas BNNK Pijay dengan Instansi Terkait

 

Namun lanjutnya, korban tidak mau karena merasa bukan haknya, walaupun demikian pelaku tetap meyakinkan korban untuk kembali kerumahnya dan mengambil uang sebesar 10 juta, emas 1 Mayam, dan 1 Unit Hp Merk Nokia sebagai syarat penggunaan batu merah delima.

Kemudian setelah korban mengambil barang-barang tersebut, kemudian korban kembali ke TKP awal dan dengan menggunakan mobil Toyota Kijang Inova milik pelaku, korban bersama tiga orang pelaku menuju ke mesjid sebagai syarat mengaktifkan ilmu yang ada dalam batu tersebut.

“Disini korban diperintahkan oleh pelaku untuk beribadah di Masjid dengan tujuan untuk mengaktifkan ilmu atau kesaktian yang ada di dalam batu merah delima tersebut. Setelah selesai ibadah, korban menyadari bahwa pelaku sudah pergi menggunakan mobil yang dipergunakan tadi,” sebut Trisno Riyanto.

Para korban mengalami kerugian yang berbeda dengan total keseluruhan berjumlah 500 juta sesuai dengan beberapa laporan polisi yang ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh.

Cara Para Pelaku Membujuk Korban Dengan Menghadirkan Pembeli Dari Malaysia.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH mengatakan, ada tiga laporan polisi yang ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh disamping adanya para korban lainnya yang belum melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian.

Trisno menceritakan, kejadian pertama terjadi pada hari Senin (3/2/2020) sekitar jam 08.00 WIB, korban Wagimin (68) sedang berada di rumah di Desa Gue Gajah Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, tiba–tiba datang pelaku (AA) yang menanyakan alamat seseorang kepada korban. Korban sendiri tidak mengenal orang terhadap alamat yang ditanyakan oleh pelaku (AA).

 

Baca Juga :

YARA dan Kanwil Kemenkumham Aceh Adakan Penyuluhan Hukum di Jeulingke

Bupati Gayo Lues Dan Kapolda Aceh Musnahkan Ladang Ganja Di Puncak Agusen

 

Selanjutnya, tiba–tiba salah satu teman dari pelaku (AA) yang berpura–pura sebagai orang yang dicari oleh pelaku menghampiri keduanya seraya mengatakan “ada apa dik?”, sementara itu pelaku (AA) menjawab “tidak pak, saya mau menjual batu merah delima ini,” terang Trisno.

Selanjutnya rekan pelaku yang mengaku bernama Tando mengatakan kepada pelaku (AA), ada orang dari Malaysia yang ingin membeli barang tersebut (ternyata FA yang dimaksud) dengan harga yang mahal.

Beberapa saat kemudian, AA dan Tando menjumpai FA di depan Bank Mandiri Unit Ketapang. Disitulah mereka mengatur strategi lagi agar yang harus membeli itu korban Wagimin. Bujuk rayu para pelaku sehingga korban Wagimin harus melepaskan mobilnya untuk di jual kepada orang lain dengan harapan mendapatkan batu merah delima yang ditawarkan oleh para pelaku seharga 60 juta rupiah.

“Setelah mendapatkan uang sebesar 60 juta dari hasil penjualan mobil milik korban, dilanjutkan penyerahan uang kepada para pelaku serta diharuskan untuk melaksanakan shalat sunat di masjid desa Santan, Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, dengan harapan kesaktian dari barang tersebut berfungsi. Sementara itu, para pelaku mengatakan menunggu diluar masjid, namun alhasil pelaku melarikan diri dengan membawa uang dari korban senilai 60 juta,” ungkap Kapolresta.

 

Baca Juga :

Operasi Antik Rencong 2020, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh Ringkus 26 Tersangka Narkotika

Brigadir Irvan Sisihkan Gaji Untuk Membuka Secercah Harapan Diperdalaman Dusun Sarah Raja

 

Trisno Riyanto kembali menceritakan, kasus kedua yang terjadi pada hari Minggu 1 Maret 2020 yang dialami oleh korban Akman (62) yang berprofesi sebagai nelayan mengalami kerugian sebesar 10 juta rupiah.

“Korban yang sedang mengambil uang pensiunan orang tuanya di BRI Unit Keutapang sekitar jam 10.00 WIB, dihampiri oleh para pelaku seraya menanyakan alamat tempat pengajian yang terdekat dari bank BRI tersebut,” kata Trisno.

Lalu pelaku menanyakan harta kekayaan korban dan menawarkan batu merah delima seharga empat mayam emas murni sebagai mahar untuk pembayaran satu buah batu merah delima.

Korban yang sudah tergiur dengan rayuan para pelaku akhirnya kembali kerumahnya untuk mengambil emas dan menjumpai para pelaku di sebuah halte yang terletak di desa Lam Ara, Banda Aceh untuk memberikan emas tersebut kepada pelaku.

Kemudian pelaku memberikan satu buah batu merah delima dan pelaku menyarankan kepada korban untuk shalat sebelum dibuka bungkusan yang berisi batu merah delima tersebut.

“Pada saat setelah shalat, korban membuka bungkusan tersebut teryata batu merah delima palsu,” tutur Kapolresta Banda Aceh ini dengan merincikan kerugian sebesar 10 juta rupiah.

Kejadian yang ketiga diceritakan oleh Mantan Kabag Binkar Polda Aceh ini, dialami oleh Zainal Arifin (54) warga Mibo, Banda Aceh yang mengalami kerugian hampir 13 juta.

“Pelaku yang menemui korban dengan alasan menanyakan alamat seseorang dengan berakhir penawaran batu merah delima yang dapat membawa keuntungan besar dialami oleh warga Mibo Banda Aceh,” katanya.

Kemudian, lanjutnya lagi, setelah transaksi dengan berbagai upaya meyakinkan korban ini, tanpa diketahui oleh pelaku, korban membawa anaknya dan melihat para pelaku menggunakan mobil Toyota Kijang Inova Nopol A 1172 WW.

 

Baca Juga :

Sepeda Motor Cerdas Pustaka Keliling Masuk Ke Pedalaman Aceh Utara

Kapolresta Banda Aceh Pimpin Sertijab Kasat Lantas

 

Korban bersama para pelaku mengarah ke Masjid Kuta Alam, Banda Aceh untuk melaksanakan shalat sunat agar benda tersebut berfungsi sebagaimana yang dikatakan oleh para pelaku. Namun korban ditinggalkan oleh pelaku dan membawa uang milik korban senilai 10 juta, 1 mayam emas murni dan 1 unit HP milik korban.

Berbagai Peran Masing–Masing Yang Dilakukan Oleh Pelaku.

Selain melakukan penipuan yang dilakukan oleh para pelaku, masing–masing pelaku memiliki peran penting sehingga para korban dapat terpedaya dengan rayuan pelaku.

Berikut perannya :

➢ AA (PELAKU 1)

a. Sebagai orang yang mengajak untuk melakukan perbuatan pidana tersebut/otak skenario kejahatan ini.
b. Sebagai orang yang merencanakan penipuan tersebut serta batu dan kendi yang dimilikinya.
c. Sebagai orang seolah–olah menanyakan alamat kepada korban bahwa ianya berniat akan menjual batu merah delima.
d. Sebagai orang yang meyakinkan korban bahwa ianya bermimpi untuk menjual batu merah delima tersebut.

➢ AM (PELAKU 2)

a. Sebagai orang yang berpura pura menanyakan perihal apa pelaku AA menanyakan alamat dan atas keperluan apa pelaku AA.
b. Sebagai orang menghadirkan Bos dari Malaysia yang akan membeli batu merah delima palsu tersebut.
c. Sebagai yang meyakinkan korban bahwa seolah olah batu tersebut asli dan memiliki kesaktian serta sangat mahal harganya.
e. Sebagai orang yang mengantarkan korban menyebrang jalan menuju
ke mesjid.

➢ FA (PELAKU 3)
a. Sebagai orang yang berperan berpura-pura sebagai BOS pembeli batu merah delima yang berasal dari Malaysia.
b. Sebagai orang yang meyakinkan korban bahwa batu tersebut sangat mahal harganya dan supaya korban yakin FA akan membeli batu tersebut seharga 600 Juta.
c. Bertugas meyakinkan korban bahwa benar batu tersebut asli batu merah delima dengan mengucapkan kalimat tauhid.

➢ BH (PELAKU 4)

a. Sebagai orang yang berperan sebagai sopir dari Bos Malaysia.
b. Sebagai orang yang membuat korban yakin bahwa benar ianya seolah olah sopir bos Malaysia dan setiap pelaku lainnya berjumpa dengan korban ianya tidak ikut bergabung.
c. Sebagai orang yang menyediakan transportasi mobil dan ianya yang merental mobil tersebut.

Barang Bukti Yang Diamankan Oleh Pihak Kepolisian.

Kapolresta Banda Aceh mengatakan, bahwa barang bukti yang diamankan dari para pelaku antara lain ;

a. 14 Buah Kendi berwarna keemasan
b. 6 buah batu mainan berwarna merah bisa menyala (dikarenakan ada baterai dan lampu didalamnya)
c. 4 buah pembungkus kain berwarna hitam
d. 2 buah kaca mata
e. 2 buah penutup kepala
f. 4 kartu identitas pelaku
g. 5 Mayam Emas
h. Uang Tunai sejumlah 2 juta 4 ratus ribu rupiah

Target yang di incar oleh para Pelaku.

Kapolresta mengatakan, target yang diincar oleh para pelaku merupakan pria yang berumur, karena diyakinkan akan terpengaruhi oleh pekerjaan yang dilakukan oleh para pelaku.

Saat ini para pelaku mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh dan dijerat dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara. (R)

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..