SAAT NEGARA MENYAPU LUMPUR

Mereka Datang Membawa Sapu

Menurut Tito, mustahil meminta kepala dinas dan aparatur bekerja optimal jika ruang kerja mereka masih tertutup lumpur. Aktivasi kantor menjadi syarat awal agar roda pemerintahan dapat kembali berputar, perintah bisa dijalankan, dan pelayanan publik kembali menjangkau warga.

Setelah fungsi dasar pemerintahan pulih, barulah praja diarahkan untuk membantu pembersihan fasilitas lain, seperti pertokoan, pusat ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan desa. Skema ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi dan pemulihan administrasi dipandang sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan.

BACA JUGA...  Jembatan Perintis Garuda Tahap III Dimulai, Akses Terpencil di Linge Mulai Terbuka

KEHADIRAN MEREKA HARUS MERINGANKAN

NAMUN di balik beban kerja fisik yang berat, Tito juga menyampaikan pesan moral yang tegas kepada para praja. Ia mengingatkan bahwa kehadiran mereka harus meringankan, bukan menambah beban pemerintah daerah yang sedang berjuang bangkit.

“Yang penting saya titip satu, jangan merepotkan pemerintah lokal. Karena pemerintah lokal sudah sulit. Kita datang mau bantu. Bukan membuat mereka tambah sulit.” Kata Tito Karnavian.

Pesan itu menegaskan prinsip dasar pengabdian; empati dan kesadaran situasional. Para praja diingatkan untuk menjaga kesehatan, mempersiapkan diri menghadapi kondisi lapangan yang masih dipenuhi lumpur dan debu, serta menghindari ketergantungan pada fasilitas pemerintah daerah.