Rohingya Kembali, Aceh Selatan  Kalah  Diplomasi 

Sebagian orang pengungsi asik mengobrol di depan pintu GOR, tanpa diketahui apa yang dibicarakan mereka. Poto direkam, Senin, (18/11).(foto/mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

TAPAKTUAN (MA) — Kembalinya para pengungsi etnis Rohingya Myanmar ke Aceh Selatan, Sabtu,  (9/11), baru lalu,  dinilai sebagian kalangan di sana sebagai bukti lemahnya koordinasi yang dilakukan Pemkab setempat.

Bahkan, sebagian pihak lainnya menilai, Pemkab Aceh Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan dan Kerjasama Setdakab Aceh Selatan Yuhelmi, SH kalah dalam menjalankan Diplomasi dengan daerah lain dan pihak pihak berwenang setingkat provinsi.

BACA JUGA...  Anggota BKSDA Aceh Selatan Dicakar Harimau Sumatera 

“Bagaimana bisa, sudah di antar ke luar daerah dan bahkan ke ibukota provinsi, malahan dikembalikan ke Aceh Selatan,” kata beberapa pihak di Tapaktuan, pekan lalu.

Ironisnya, pengungsi yang sudah di bawa ke depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI Wilayah Aceh di Banda Aceh, tidak bisa diturunkan dari truck pengangkutnya.

BACA JUGA...  Warga Kluet Utara "Lawan" Zionis Israel

Bahkan sempat di bawa
ke lokasi bekas Kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, ternyata tidak bisa tertampung.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 152 etnis Rohingya tersebut mengalami depresi ketika mereka di tolak di sana-sini dan, akhirnya dikembalikan ke Aceh Selatan. Pasalnya, karena tidak ada pembicaraan antara Pemkab Aceh Selatan dengan pimpinan daerah yang dituju.

BACA JUGA...  Pemkab Aceh Tengah Bergerak Cepat Tertibkan Judi Togel

Bahkan, disebut-sebut, surat keterangan dari pihak berwenang sebagai kelengkapan administrasi untuk kordinasi tidak dimilik.