“Pada momen yang penuh makna ini, izinkan saya menegaskan kepada para hadirin dan hadirat, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, bahwa MoU Helsinki bukan hanya dokumen formal. Ia adalah ikrar yang ditulis dengan air mata dan pengorbanan rakyat Aceh.
Oleh karena itu, mari kita pastikan seluruh butirnya dijalankan dengan sepenuh hati. Mari kita jaga otonomi khusus Aceh, kita hormati kewenangan daerah, dan kita wujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Aceh, termasuk Aceh Utara,” ujarnya.
“Perdamaian yang kita nikmati saat ini adalah anugerah besar. Dan anugerah hanya akan bertahan jika kita menjaga dan merawatnya bersama. Jangan biarkan jarak antara pusat dan daerah memudarkan semangat persaudaraan kita sebagai satu bangsa. Kepada para pejuang yang telah berpulang, kita kirimkan doa. Kepada anak-anak yatim yang tumbuh tanpa orang tua akibat konflik yang berkepanjangan, kita berikan perhatian dan kasih sayang. Kepada para korban yang masih membawa luka batin, mari kita rangkul dengan penuh keikhlasan,” pungkas Bupati Aceh Utara. (Sayed Panton)




