Rencana Pembangunan RS Regional Tidak Terkendala, Ganti Rugi Selesai

Senin, 30 Desember 2019

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen (MA) – Masalah Rumah Sakit Regional yang sempat menimbulkan kekuatiran publik Bireuen, menyangkut gagal tidaknya di bangun di Bireuen, kini terjawab sudah, menyusul ganti rugi yang diakui Wabub Bireuen, DR H Muzaakr A Gani, SH, M.Si, sudan tuntas.

Hal itu dilontarkan Wabub Bireuen saat pertemuan Pers di Aula Puskesmas Cot Ijue, Kecamatan Peusangan, usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 55, Sabtu (28/12).

Rencana Pembangunan RS Regional di Bireuen, sebut Muzakkar, sebenarnya sudah lama di rintis, yaitu sejak tahun 2014, yang diperkirakan menelan anggaran Rp. 542 milyar yang dana tersebut bersumber dari APBA Otsus.Namun, waktu itu, terkendala lahan pertapakannya, tapi sekarang ganti rugi tanah sudah tuntas pada tahun 2019. “Jika tidak selesai ganti rugi di tahun 2019, maka jangan diharapkan RS Regional akan lahir di Bireuen,” ujar DR H Muzakkar A Gani, SH, M.Si.

BACA JUGA...  Ini Kata Ketua Fraksi Partai Aceh Terkait Isu Mutasi

Wabub Bireuen yang didampingi Kadis Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr Amir Addani, M.Kes, Direktur RS Fauziah Bireuen dan Camat Peusangan lebih lanjut mengatakan, meski sempat diberitakan media massa yang mengalami terkendala menyangkut proses pembebasan lahan, dan sempat menuai reaksi warga di kawasan itu. Namun kendala tersebut sudah teratasi dan lahan di Gampong Cut Buket Peusangan sudah di klaim sebagai lokasi Pertapakan Pembangunan RS Regional. “Ganti rugi seluas 17 Ha, telah teratasi, dan pelimpahan hak, pun sudah diserahkan,” ungkap H Muzakkar.

BACA JUGA...  Reje Kampung Kecamatan Pintu Rime Gayo Gelar MAD Minta Copot Direktur PT. PRG Energi

Dikatakan, pemerintah sudah menggeluarkan dana ganti rugi sebesar Rp 11,9 miliar, khusus untuk membayar lahan masyarakat sesuai ketentuan yang ditetapkan, dan diharapkan peringatan HKN ini menjadi momentum, peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bireuen yang perlu kita dukung bersama.

“Semua masyarakat Bireuen menginginkan keberadaan RS Regional, jadi tidak perlu lagi menjadi di polemikan, apalagi sekarang masalah RS Regional udah tuntas,” ujar Wabub Bireuen seraya menyebutkan RS Regional di Bireuen sebagai tempat pelayanan kesehatan warga Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bener Meriah dan Pidie Jaya. Ujar Muzakkar.

BACA JUGA...  Waspada Penipuan Via WhatsApp Mengatasnamakan Sekda Aceh

Rumah Sakit Regional Bireuen yang disebut sebagai yang terbesar di Aceh merupakan dari empat yang ada lainnya di Aceh yang di bangun berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, yang penanggungjawabnya juga Menkes RI, yang sumber dananya berasal dari dana otonomi khusus Aceh (DOKA). (Maimun Mirdaz/Juwaini).

Berita Terkait

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Ayah Wa Temui Gubernur URI Bahas Sekolah Garuda
Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA
Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO
Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 
TNI Bangun Jembatan di Gampong Lawe Buluh Didi
Secara Aklamasi, M. Yusuf M. Amin Pimpin PGRI PC TJA 
Rembuk Stunting, Desa Kumbang Siapkan Program Prioritas 2027

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Ayah Wa Temui Gubernur URI Bahas Sekolah Garuda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Dukung UMKM, Bank Aceh Terima Apresiasi ILO

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan Tanggapi Pemberitaan 

Berita Terbaru

NANGGROE

Proyek Pujasera Sabang Senilai Rp 1,3 Miliar Jadi Sorotan

Minggu, 18 Okt 2026 - 20:44 WIB

RAGAM BERITA

DPW Pendawa Sumut Gelar Silaturahmi

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:38 WIB