Rakor Penanggulangan Kemiskinan di Aceh Selatan: Data Harus Satu Pintu

Suasana Rakor TKPK Aceh Selatan di Aula Kantor Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Selasa, (29/10).(Maslow Kluet).

Sementara itu, TKPK Aceh Ida Irawan mengatakan, salah satu penyebab terjadinya kemiskinan  ekstrem yakni terbatasnya seseorang untuk mendapatkan sumber ekonomi yang meliputi pekerjaan, modal usaha dan  peningkatan keterampilan.

Selain itu, terbatasnya akses ekonomi dan transportasi, terbatasnya akses kesehatan dan pendidikan (kesulitan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, hidup sehat dan pendidikan berkualitas).

BACA JUGA...  Kontingen Pentas PAI Aceh Selatan ikuti Kompetisi Tingkat Provinsi

“Kondisi sosial seorang individu, individu lainnya menyebabkan kesulitan akses terhadap ekonomi, informasi, informasi, infrastruktur, kelanjut-usiaan, penyandang disabilitas dan adanya diskriminasi gender.

Ketua Bappeda Masrizal, dalam paparannya,  mengatakan, angka kemiskinan di Aceh Selatan pada 12 persen. Sedangkan pengangguran berkisar pada angka 5 persen.

Menurutnya, garis kemiskinan setiap tahun  meningkat, karena terjadi perubahan ukuran miskin dan ukuran garis kemiskinan ditentukan oleh pendapatan yang setiap tahun bisa berubah. “Kalau pada tahun 2019 misalnya, garis kemiskinan ditetapkan pada penghasilan  Rp. 300 Ribu/Bulan, kini menjadi Rp. 500 Ribu/Bulan.

BACA JUGA...  Baksos Purna PPI Aceh Selatan Kumpulkan 100 Kg Sampah

Harapan dia, angka kemiskinan ekstrem sebanyak 0,6 persen, agar ditekan dan dapat  dikendalikan indikatornya.

Dalam Rakor juga dijelaskannya, dana insentif fiskal (IF) yang diterima Aceh Selatan dari pemerintah pusat melalui Wapres RI KH. Makruf Amin sebesar Rp. 5 Milyar, senilai Rp. 2 Milyar di antarnya diperuntukkan bagi pembangunan rumah miskin sebanyak  174 unit, berikut dengan fasilitas jamban (safety tank).