“Kita harus lakukan tindakan prepentif dan persuasif untuk membackup Forkopimda dalam melakukan pembinaan terhadap 530 orang simpatisan yang terpapar faham radikal, jaringan JI. Pendekatan melalui keagamaan, wawasan kebangsaan dan pancasilais,” jelas Imam Asfali.
Kata Kapolres, itu penting dilakukan, sebagai upaya menghilangkan faham-faham radikalisme di Aceh Tamiang. Dia berharap, agar masyarakat secara bersama-sama ikut andil untuk menumpas faham radikal tersebut.
“Peran ini tidak hanya institusi tertentu saja yang ikut andil, tetapi itu, masyarakat secara umum juga dilibatkan, untuk melaporkan, jika melihat gelagat yang menyimpang atau keluar dari dogma agama,” pungkas Imam Asfali. [Syawaluddin].




