Panji Rasulullah Dianggap Simbol Teroris, Umat Islam di Aceh Protes

Minggu, 2 April 2017

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh l AP-Ribuan umat islam di Aceh menggelar aksi protes dan jumpa pers yang dipusatkan di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu, 2 April 2017.

Aksi unjuk rasa dalam rangka mengkampanyekan Panji Rasulullah yang selama ini sebagian orang menganggap bahwa panji Rasulullah adalah bendera ISIS dan teroris.

Unjuk rasa tersebut dihadiri kurang lebih 3.000 orang yang berasal dari 14 kabupaten /kota se-Aceh, yakni Kabupaten barat selatan, Aceh Singkil, Kota Subulussalam, Aceh Selatan, Nagan Raya, Abdiya, Meulaboh Aceh Barat, untuk wilayah timur adalah Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Langsa, Lhokseumawe, Pidie Jaya, sedangkan wilayah tengah adalah Takengon, Benar Meriah, Gayo Lues serta Aceh Besar dan Banda Aceh

Penanggungjawab aksi,  Ustaz Rochamat S Labib (Foto)  mengatakan,  salah satu persoalan besar yang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini adalah rendahnya pemahaman atau pengetahuan umat akan Islam. Hal ini kata Ketua Umum Hizbur Tahrir Indonesia wilayah Aceh, membuat terdapat jarak sangat lebar antara Islam, di satu sisi dengan umat di sisi lain.

“Akibatnya, tidak sedikit umat Islam yang tidak mengenal, tidak paham bahkan merasa asing terhadap ajaran agamanya sendiri. Salah satunya terhadap simbol-simbol Islam seperti al Liwa dan ar Raya.” ujarnya.

BACA JUGA...  FKUB Aceh Utara Gelar Workshop Moderasi Beragama dalam Islam

Tambahnya, rendahnya pemahaman umat akan ajaran Islam tentu berdampak sangat serius. Sebutnya,  umat bagaimana. akan mengamalkan ajaran agamanya bila ia sendiri tidak paham.

“Dan bagaimana kerahmatan Islam akan bisa dirasakan bila ajarannya tidak diamalkan. Bagaimana pula umat bisa diharap untuk berjuang bersama bila mereka tak paham apa yang harus diperjuangkan. Alih-alih mau berjuang bersama, yang terjadi sikap umat justru sebaliknya. Terhadap hal yang mestinya dijauhi malah didekati, mestinya ditinggalkan malah dikerjakan. Atau mestinya dibela malah dicerca. Mestinya dicinta, termasuk terhadap panji Rasulullah, malah dihina, dan seterusnya,” ungkapnya.

Dia juga memberitahukan,  aksi Masirah Panji Rasulullah diadakah oleh Hizbut Tahrir Indonesia di 36 kota besar di seluruh Indonesia di sepanjang bulan April 2017, bertepatan dengan bulan Rajab 1438 H, tanggal 23 April 2017 mendatang sebagai medium untuk lebih mengenalkan simbol-simbol Islam bertempat di depan patung Kuda Jakarta Pusat, dalam hal ini al Liwa dan ar-Raya atau Panji Rasulullah, bersama dengan ide besar syariah dan khilafah, karena antara al Liwa dan ar Raya dengan syariah dan khilafah tidaklah dapat dipisahkan. Al Liwa dan ar Raya di masa lalu menjadi simbol keberadaan atau eksistensi khilafah dan persatuan umat.
“Tujuan kegiatan ini tak lain agar simbol-simbol dan ide-ide utama itu semakin dikenal secara luas oleh masyarakat, selanjutnya bisa dipahami, diterima dan diamalkan serta diperjuangkan sebagai jalan kebangkitan umat menuju terwujudnya Islam rahmatan lilalamin. Selain Masirah Panji Rasulullah dalam bentuk masirah long march atau pawai yang diakhirii dengan tabligh akbar, Hizbut Tahrir Indonesia juga mengadakan acara yang diberi mama International/ Indonesia Khilafah Forum. Forum ini merupakan sarana pertemuan antara keluarga besar HTI dengan Tokoh masyarakat dari berbagai kalangan untuk membangun kesehatian dan kesamaan persepsi tentang pentingnya merajut langkah bersama membangkitkan umat dan melakukan perubahan menuju kehidupan Islami yang dicita-citakan bersama,” sebutnya.

BACA JUGA...  Tim Mahkamah Agung RI: Non Muslim Saja Ingin Dihukum Sesuai Syariat Islam

Ustaz Rochamat, menyampaikan bahwa, Ar raya adalah Panji Rasulullah, berwarna hitam, bertuliskan La Ilaha illa Allah Muhammad Raszulullah dengan warna putih. Sedangkan benderanya (liwa’nya) berwarna putih dengan tulisan warna hitam. Liwa dan Ar Raya adalah simbol eksistensi Islam baik di saat damai maupun perang,  sedemikian penting simbol itu, sehingga para shahabat mempertahankannya dengan taruhan nyawa, sebagaimana terjadi dalam perang Mu’tah sebuah perang besar yang memperhadapkan antara pasukan Islam dan Romawi. Dalam perang itu, 3 shahabat yang mulia gugur.

BACA JUGA...  Gebrakan Pj Wali Kota Sabang Melalui Even Seni Budaya Kian Bangkit Kunjungan Wisata

“Berkenaan dengan acara Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan beberapa hal yaitu Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mengenali dan mengenalkan al Liwa dan ar Raya dengan segala substansinya ini dengan baik, tanpa takut celaan orang orang yang suka mencela, dan tidak terpengaruh dengan propaganda buruk musuh – musuh Islam yang tak henti berusaha melenyapkan atau mencitraburukkan simbolsimbol itu. secara sungguh-sungguh mengamalkan syariat Islam dan berjuang bagi tegaknya syariah Islam di negeri ini. Serta secara sengaja menempatkan perjuangan penegakan syariah sebagai agenda utamanya. Sesungguhnya mengenalkan syariah dalam kehidupan pribadi dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara merupakan kewajiban setiap muslim dan merupakan realisasi dari ibadah kepada Allah SWT. Kedua mengundang masyarakat untuk hadir dalam acara itu, jadilah saksi bagi berkibarnya al Liwa dan ar Raya serta bergeloranya keinginan umat menuju terwujudnya kembali kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah yang akan menerapkan syariah secara kaffah. Ketiga menyerukan kepada pemerintah untuk memandang acara ini sebagai bagian dari ekspresi dan aspirasi umat Islam yang dijamin oleh undang-undang serta mengajak aparat keamanan untuk mengamankan acara ini hingga bisa berlangsung dengan aman dan tertib,” pungkasnya.  (Arifin)

Berita Terkait

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 
PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota
Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 
Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar
Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA
Asap Kepung Aceh Selatan, Kapolres: Gunakan Masker 
Demokrat Aceh Tengah Gelar Donor Darah 
Fitriana Mugie Sambangi Diana Putri Amelia Anggota DPR Aceh dari Partai Golkar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:30 WIB

PA Sukses Gelar Pendidikan Politik untuk Anggota

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Tempat Tambatan KM Dangkal, Mahmud:  Sawang Dianaktirikan 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:10 WIB

Musda Golkar Asel, Kamalul Resmi Mendaftar

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Masyarakat Gayo Dorong Pemekaran ALA

Berita Terbaru

Bupati Aceh Utara Ayah Wa.

PEMERINTAHAN

Ayah Wa Ajak Warga Berbusana Santri

Rabu, 21 Okt 2026 - 22:17 WIB

Terduga IR pemain Judol saat diamankan Satreskrim Polres Aceh Selatan. (mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

HUKOM

Terduga Judol di Aceh Selatan Diamankan Polisi 

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:04 WIB

EKBIS

Haili Yoga Minta SCOPI Turun ke Aceh Tengah

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:57 WIB

"Kolam"  musiman di  tengah Kota Tapaktuan mengancam keselamatan warga. Genangan air  yang menyerupai  "kolam" terbentuk paska hujan lebat. Foto direkam, baru lau.(mediaaceh.co.id/Maslow Kluet).

PEMERINTAHAN

Kolam di Tengah Kota, Ancam Keselamatan Warga 

Selasa, 20 Okt 2026 - 20:49 WIB

Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, SE., MM (Ayah Wa)

PEMERINTAHAN

Ayah Wa: Semarakkan Hari Santri 2026 dengan Berpakaian Putih 

Selasa, 20 Okt 2026 - 17:11 WIB