Selain itu, perusakan APK, unjuk rasa di TPS, dan masa salah satu pendukung Cabup dan Wabup melakukan unjuk rasa baik di kantor KIP maupun di gedung DPRK karena tidak menerima kekalahan serta pembebasan calon Bupati dan Wabup yang disandera oleh suatu kelompok.
Pperagaan penanganan situasi oleh tim negosiator, penggunaan personel Dalmas awal, pengaturan arus Lalulintas, eskalasi meningkat ditambah dengan aksi anarkis.
Peragaan Dalmas dilanjutkan dengan penggunaan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC), mengamankan provokator aksi unjuk rasa dan pembubaran massa oleh tim Raimas dan tim penetrasi dari Brimob.
Peragaan evakuasi korban oleh tim medis Seksi Dokkes Polres Aceh Selatan dan ditutup dengan pembebasan Sandera oleh Tim Khusus dari Brimob Kompi 1 Yon C Pelopor Brimobda Polda Aceh.
Simulasi yang kemudian disaksikan Pj. Bupati yang diwakili oleh Plt Kadispora, Dandim 0107/Asel Letkol Inf Faiq Fahmi, para Kapolsek jajaran dan undangan lain dari instansi terkait.(Maslow Kluet).




