PMK Tinggi di Aceh Besar, Pemerintah Pusat Segera Turun Tangan

Minggu, 19 Juni 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRK Aceh Besar dari Fraksi Gerindra, H. Azwar Muhammad, Lc., MA.

Anggota DPRK Aceh Besar dari Fraksi Gerindra, H. Azwar Muhammad, Lc., MA.

Jantho, (MA) Kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) tergolong tinggi di Kabupaten Aceh Besar. Karena itu, anggota DPRK Aceh Besar berharap Pemerintah Pusat segera turun tangan mencegah meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang menyerang hewan ternak piaraan masyarakat.

“Kami berharap Pemerintah Pusat segera menyiapkan langkah-langkah strategis sehingga penyebaran virus bisa dibatasi, salah satunya dengan cara mempercepat penyediaan vaksin dan obat-obatan secara gratis untuk secepatnya sampai ke peternak kami di daerah, khususnya di Kabupaten Aceh Besar,” demikian harapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar dari Fraksi Gerindra, H. Azwar Muhammad, Lc., MA melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah redaksi media massa, Minggu, 19 Juni 2022.

Belum lama ini, Kementerian Pertanian RI menyebut vaksin perdana Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang diimpor dari Prancis telah tiba di Indonesia pada Minggu (12/5) lalu. Untuk itu, anggota DPRK Aceh Besar ini berharap segera dikirim ke Aceh Besar.

BACA JUGA...  Densus 88 AT Polri dan Dispora Aceh Satukan Langkah Bentengi Generasi Muda dari Paham IRET

“Paska sudah masuk dan diterimanya vaksin PMK dari Perancis oleh Kementerian Pertanian, maka kami minta agar segera mengirimkan ke Aceh Besar karena semakin hari kasus PMK semakin meningkat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, penyakit mulut dan kuku (biasa disingkat PMK; bahasa Inggris: foot-and-mouth disease, disingkat FMD) adalah penyakit hewan yang sangat menular akibat infeksi virus penyakit mulut dan kuku (FMDV). Penyakit ini dicirikan oleh luka (berupa lumpuh dan/atau erosi) di bagian mulut dan kuku pada hewan berkuku belah, seperti sapi dan babi. Di tingkat nasional dan internasional, PMK merupakan penyakit hewan lintas batas yang penting karena memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

“Virus PMK tidak ubahnya seperti Covid 19. Jika sebelumnya terjadi musibah kemanusiaan akibat Covid-19, sekarang yang menjadi korban adalah semua binatang yang memiliki kuku genap seperti sapi, kerbau, kambing dan lain lain,” sebut anggota DPRK Aceh Besar dari Daerah Pemilihan V ini.

Menurut anggota dewan hasil pergantian antar waktu ini, kasus PMK di Aceh Besar tergolong tinggi bila dibandingkan dengan daerah lain di Aceh.

BACA JUGA...  500 Ton Bantuan Terkunci di Malaysia, Abu Salam Sebut Pemerintah Pusat Sibuk Seremonial, Lupa Nyawa yang Terisolir

“Di Aceh Besar, laporan yang saya terima, ada 3.493 ekor dan kasus LSD sebanyak 13 ekor dan angka kematian mencapai 20 ekor,” ujarnya.

Dia turut merinci, dari 23 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, kasus terbanyak ada di Kecamatan Kuta Baro, yakni 1053 ekor atau 30.146%. Kemudian disusul Kecamatan Montasik, yakni 474 ekor atau 13.570%. Sedangkan Kecamatan Indrapuri hanya 491 ekor.

“Kami juga berharap pemerintah daerah harus lebih serius dalam mengatasi virus PMK dan LSD dengan cara menyiapkan regulasi dan kesiapan daerah kabupaten kota dalam menyiapkan data kebutuhan pusat untuk program penyaluran vaksin untuk memutuskan penularan Virus PMK saat ini,” pintanya.

Selain berusaha secara medis dan regulasi, anggota dewan alumni Al Azhar Kairo Mesir itu juga berharap masyarakat dan semua pihak untuk berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa supaya dijauhkan dari segala bencana.

BACA JUGA...  Mentan dan Kasad Panen Bawang, Perkuat Penyediaan Pangan dan Inflasi

“Di samping itu kita tetap berdoa kepada Allah SWT agar supaya dijauhkan dari wabah dan semua virus yang melanda negeri kita ini,” ajaknya.

Dari penelusuran media ini diketahui, Indonesia sudah sering mengalami virus tersebut. kasus PMK pertama kali dilaporkan terjadi di Malang pada tahun 1887 akibat impor sapi dari Belanda. Penyakit ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi; beberapa kali mengakibatkan wabah. Program vaksinasi massal dimulai pada tahun 1974 sehingga pada periode 1980–1982 tidak ada lagi kasus PMK. Wabah PMK kembali terjadi di Blora, Jawa Tengah pada 1983. Namun, wabah ini dapat dikendalikan dengan vaksinasi. Indonesia mendeklarasikan diri bebas dari PMK pada 1986. Status bebas ini diakui secara internasional oleh OIE pada tahun 1990.

Kemudian pada bulan Mei 2022, wabah PMK dilaporkan di Jawa Timur. Sebanyak 1.247 ternak di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto terserang penyakit ini.[R]

Berita Terkait

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 
Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 
Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 
Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan
Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan
Turun ke Lokasi PLTA Peusangan, Haili Yoga: Jangan Ada yang Merasa Dirugikan
Illiza Bersinar di PRIWOLA 2026
800 Tahun Samudera Pasai, Anak Yatim Tersenyum di Aceh Utara 

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 16:10 WIB

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 September 2026 - 12:05 WIB

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Sabtu, 12 September 2026 - 19:50 WIB

Irigasi Tertutup Lumpur, 1.900 Hektare Sawah Terancam 

Jumat, 11 September 2026 - 23:52 WIB

Ayah Wa: Mengakar pada Sejarah, Bertumbuh untuk Masa Depan

Jumat, 11 September 2026 - 23:39 WIB

Puncak Milad Samudera Pasai ke-800, Apache13 Siap Semarakkan Malam Penutupan

Berita Terbaru

Penampakan seekor buaya sungai di tebing Krueng Kluet/Kandang yang sempat direkam warga, Minggu, (13/9/2026).(Poto/mediaaceh.co.id/istimewa).

PERISTIWA

Buaya Muncul, Warga Resah

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:43 WIB

Bupati Aceh Barat Tarmizi saat membesuk orang dalam gangguan jiwa di daerahnya.

PEMERINTAHAN

Tarmizi: Tidak ada Satu Pun Masyarakat di Pasung 

Minggu, 13 Sep 2026 - 16:10 WIB

Foto : Ilustrasi AI

PERISTIWA

Diving di Iboih, Wisatawan Malaysia Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:34 WIB

Jubir Pemkab Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.

PEMERINTAHAN

Terkait Biaya Pesta Rakyat, Begini Kata Jubir Pemkab Aceh Utara 

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:05 WIB

Cover: Ilustrasi Eksplorasi dan Eksploitasi Migas.

TAJUK

Migas; Mencari Cadangan, Menghadapi Risiko

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:12 WIB