
Kondisi topografi Kabupaten Aceh Selatan sangat bervariasi, terdiri dari dataran rendah, bergelombang, berbukit, hingga pegunungan dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal. Dari data yang diperoleh, kondisi topografi dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal mencapai 63,45%, sedangkan berupa dataran hanya sekitar 34,66% dengan kemiringan lahan dominan adalah pada kemiringan kemiringan ³ 40% dengan luas 254.138.39 ha dan terkecil kemiringan 8-15% seluas 175.04 hektare selebihnya tersebar pada berbagai tingkat kemiringan. Dilihat dari ketinggian tempat (di atas permukaan laut) ketinggian 0-25 meter memiliki luas terbesar yakni 152.648 hektare (38,11%) dan terkecil adalah ketinggian 25-00 meter seluas 39.720 hektare (9,92%). Sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Aceh Selatan adalah podzolik merah kuning seluas 161,022 hektare dan yang paling sedikit adalah jenis tanah regosol (hanya 5,213 ha).
Bentangan lautan dan daratan yang luas dinilai sangat strategis untuk dikembangkan, khususnya di sektor perikanan tangkap maupun ikan air tawar.
Dari segi demografi, Kabupaten Aceh Selatan memiliki 3 suku asli, yaitu suku Aceh (60%), suku Aneuk Jamee (30%) dan suku Kluet (10%). Suku Aneuk Jamee merupakan para perantau Minangkabau yang telah bermukim disana sejak abad ke-15.
Selamat untuk Aceh Selatan, semoga terus menjaga adat istiadat Aceh hingga akhir masa.
Pak Kadis Ucapkan Terima Kasih
Pekan Kebudayaan Aceh atau PKA-8 yang dipusatkan di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh sejak 4-12 November 2023 resmi usai dan sukses.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Almuniza Kamal mengucapkan, terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut serta secara bersama-sama menyukseskan event kebudayaan empat tahunan ini.
“Terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Aceh yang telah ikut serta menyemarakkan ajang akbar kebudayaan Aceh,” kata Almuniza dalam sambutannya pada malam apresiasi penutupan PKA-8, Minggu, 12 November 2023 malam.
Kadisbudpar juga mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh stakeholder dalam hal ini Polri, TNI, Satpol PP WH, Satgas Pamkamling, dan pihak gampong sekitar yang telah menjaga ketertiban berlangsungnya acara.
Pada PKA-8 ini Disbudpar Aceh melibatkan sebanyak 4.829 seniman dan budayawan, serta 1.109 tenaga kreatif asal Tanah Rencong.
“PKA ke 8 ini melibatkan ribuan seniman, budayawan, dan anak-anak kreatif. Semuanya merupakan anak-anak asli Aceh,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan kebudayaan akbar ini benar-benar memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Aceh.
“Mari jadikan PKA ini sebagai media edukasi dalam membangun kebudayaan serta pariwisata Aceh. Lestarikan budaya, majukan pariwisata,” ungkap Almuniza.
Berikut juara umum PKA dari masa ke masa:
PKA 1 Tahun 1958 Juara Banda Aceh
PKA 2 Tahun 1972 Juara Aceh Tengah
PKA 3 Tahun 1988 Juara Aceh Barat
PKA 4 Tahun 2004 Juara Aceh Tengah
PKA 5 Tahun 2009 Juara Aceh Tengah
PKA 6 Tahun 2013 Juara Aceh Besar
PKA 7 Tahun 2018 Juara Aceh Selatan
PKA 8 Tahun 2023 Juara Aceh Selatan (***)
Halaman : 1 2















