Pj Bupati Subhandy Panen Cabe di Buter Kecamatan Ketol

Pj bupati Aceh Tengah Subhandy sedang memanen cabe warga di Kampung Buter.

Abdul Wahid menambahkan, kendala yang paling utama dihadapi oleh para petani disebabkan oleh tingginya harga pupuk serta obat-obatan.

“Jika harga pupuk dan obatan-obatan terjangkau, dengan modal kerja sebesar Rp 10 juta, bisa dapat dua gulung atau sekitar 5.000 batang. Tapi saat ini, modal 10 juta hanya dapat satu gulung atau 2.500 batang,” kata Abdul Wahid .

BACA JUGA...  Hutan Adat Asel Perlu Pengakuan Tim USK, Adli Abdullah: Bupati Berhak Bentuk Panitia PHA 

Disisi lain, dengan terjangkaunya harga pupuk, tidak terlalu berdampak menjadi kepada petani jika kondisi harga cabai murah. “Kalau kami, soal harga tidak kendala, toh jika biaya produksi murah, tentu tetap bisa balik modal. Dan masalah pupuk ini, sangat berpengaruh,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan para petani cabai di Kecamatan Ketol, Pj Bupati Subhandhy mengatakan, berkaitan dengan pupuk bersubsidi, ternyata selama ini, dibagikan langsung secara perorangan sesuai dengan KTP.

BACA JUGA...  Pj Gubernur Aceh Siap Eksekusi Vonis Panwaslih Aceh

“Dimungkinkan, pupuk itu ada diberikan kepada yang bukan petani. Nah, inilah yang akan kita komunikasikan dengan pihak distributor, kalau bisa dalam distribusi pupuk bersubsidi dibagikan kepada mereka yang membutuhkan bukan berdasarkan catatan yang ada,” sebutnya

Berkaitan dengan angkutan untuk mengangkut hasil produksi pertanian, Pj Bupati Aceh Tengah ini, menyebutkan pihaknya bisa saja mengkomunikasikan pihak Trigana Air, namun terkendala juga di biaya angkut kargo.