“Ini luar biasa, dari Assesmen yang pernah saya ikuti dan yang pernah ada, sungguh sangat berbeda, berkualitas serta sesuai aturan berlaku,”.
Sesi pertama saja, semua peserta sudah dihadapkan dengan 7 persoalan yang harus dipecahkan, dianalisa, ditelaah, diuji dan diambil langkah kebijakan.
Ada juga yang ‘nyeletuk’ bahwa; asesmen yang mereka ikuti tersebut merupakan bagian dari progres untuk menempa diri sebagai pemimpin yang berkualitas, andal, tegas dan bijaksana.
Apalagi Asesornya ‘sempalan’ Lemhanas. Kualitasnya pun sudah teruji dan mumpuni untuk menciptakan para pemimpin di pemerintahan yang berkualitas di Indonesia.
“Jadi kalau ada pihak mengatakan, karena Bupatinya dari Kepolisian, makanya Asesmen pun harus dari Kepolisian. Itu anggapan yang salah dan tidak mendasar,”.
Sebenarnya Bupati menginginkan kualitas terbaik dari suatu produk yang dihasilkan. Sebab apa?, SSDM Mabes Polri tersebut sudah terukur, menggembleng para kepala dinas andal di pemerintahan dan itu tidak sekedar ‘isapan jempol’ belaka; terbukti.
Banyak Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia memakai tenaga pengujinya berasal dari SSDM Mabes Polri. Karena para Asesornya memiliki sertifikat ber ‘grade A’ juga itu tadi, mereka jebolan Lemhanas.





