Celetuk seorang peserta, dia sudah terbiasa bekerja di bawah tekanan, seperti Asesmen ini. Dulu saat di APDN juga pernah mengikuti ujian seperti ini.
Tak hanya di APDN saja, sebut peserta itu, tapi juga di Asesmen lainnya juga, yang pelaksananya dari jajaran Polri.
Sebutnya lagi, apa yang dilaksanakan hari ini benar-benar terukur, profesional dan proporsional. Sangat disiplin terutama terkait waktu.
“Wah merdeka saya bisa ‘ngudut’ [Merokok] terbuka lagi ruang pikiran saya, ini satu cara mencairkan pikiran kita, dengan rokok-lah apalagi,” katanya sambil menunjukan perutnya yang buncit, sumringah pun pecah di antara mereka.
Pendapat peserta lainnya mengatakan, kalau Asesmen yang dilaksanakan oleh tim SSDM Mabes Polri sungguh sangat netral, tidak ada ‘cawe-cawe’ seperti istilah SBY.
“Saya sangat terkesan dengan Asesmen ini, disiplin waktu dan pelaksanaan, terukur dan proporsional. Tegas, tepat dan terukur,”.
Menurut mereka, asesmen ini pantas ditiru oleh Kabupaten Kota di Aceh. Sebab memang benar-benar ketat aturan pelaksanaannya.
Asesornya juga rata-rata berpangkat Kombes yang telah teruji, apalagi mereka sudah mengantongi sertifikasi sebagai penguji Grade A dari Pemerintah RI.
Dan Asesmen ini tidak hanya berlaku dikalangan Polri saja, tetapi berlaku umum. Termasuk untuk lembaga pemerintahan yang ada di Indonesia.




